Rabu, Agustus 19, 2026

Keluarga Korban Anak Bos Prodia Akui Sudah Berdamai, Terima Santunan Rp300 Juta

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Kasus pembunuhan remaja FA yang diduga menjerat anak bos klinik laboratorium kesehatan Prodia, ternyata sempat menyepakati perdamaian secara keluargaan.

Keluarga korban FA mengaku pernah didatangi pihak terduga pelaku usai kasus tersebut ditangani pihak kepolisian.

Saat itu, keluarga korban ditawarkan perundingan secara kekeluargaan dengan memberikan uang santunan.

Yeni Yelis, ibu kandung korban FA mengatakan awalnya dirinya tidak mau kasus pembunuhan terhadap putrinya diselesaikan secara kekeluargaan.

“Tapi kata keluarga ambil saja bu, apalagi dia kan (pelaku) punya anak seusia cucu saya juga,” kata Yeni dilansir dalam wawancara di TV One, Kamis (30/1/2025) pagi.

Yeni mengungkapkan uang tawaran perdamaian tersebut langsung disampaikan oleh istri AN.

Yeni mengaku diberikan uang sebesar Rp 300 juta dan menandatangani surat kesepakatan damai terkait kasus pembunuhan tersebut.

Baca Juga :  Pelaku Penembakan Pengusaha Rental Ditangkap, Ternyata Bukan Anggota TNI AU

“Rp 300 juta diberikan istrinya,” ungkapnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya terus mengungkap dugaan pemerasan terhadap tersangka kasus pembunuhan di kawasan Senopati, Jakarta Selatan hingga terang benderang.

Tidak hanya AKBP Bintoro, 3 personil Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dikenakan penempatan khusus (patsus) karena diduga tersandung dalam kasus ini.

Total 4 orang yang telah dipatsus oleh Propam Polda Metro Jaya.

“Empat orang telah dipatsus, penempatan khusus dalam tahap penyelidikan di Bidpropam Polda Metro Jaya, dengan dugaan penyalahgunaan wewenang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (28/1/2025).

Keempat orang tersebut adalah;

  • B (Bintoro), mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel;
  • G (Gogo Galesung), mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel;
  • Z, Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jaksel; dan
  • ND, Kasubnit Resmob Satreskrim Polres Metro Jaksel.
Baca Juga :  Bupati Sidoarjo Ditetapkan Tersangka Kasus Pemotongan Dana Insentif

Ade pun menyampaikan Polda Metro Jaya akan mengusut kasus ini dengan tuntas.

“Polda Metro Jaya berkomitmen menindak tegas segala bentuk pelanggaran anggota secara prosedural, proporsional dan profesional,” jelasnya.

Sementara itu, mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro membantah melakukan pemerasan terhadap tersangka kasus pembunuhan yang disebut-sebut keluarga pemilik laboratorium kesehatan ternama.

Kedua tersangka adalah berinisial AN dan BH.

Keduanya menuding AKBP Bintoro telah meminta uang Rp20 miliar untuk menghentikan penyidikan kasus tersebut.

Namun, Bintoro justru balik menuding tersangka menyebarkan fitnah.

“Pihak tersangka atas nama AN tidak terima dan memviralkan berita bohong tentang saya melakukan pemerasan terhadap yang bersangkutan. Faktanya, semua ini fitnah,” kata Bintoro dalam sebuah video klarifikasinya, dikutip Selasa.

Baca Juga :  Polri Ungkap Tak Lama Lagi Dua 'Crazy Rich' Dijebloskan ke Penjara

Bintoro mengatakan, peristiwa ini berawal dari dilaporkannya AN yang telah melakukan dugaan tindak pidana pembunuhan dan pemerkosaan anak di salah satu hotel di wilayah Jakarta Selatan.

Laporan kasus tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/1181/IV/2024/SPKT/Polres Metro Jaksel dan LP/B/1179/IV/2024/SPKT/Polres Metro Jaksel pada April 2024.

“Pada saat olah TKP, ditemukan obat-obat terlarang dan juga senjata api. Singkat cerita, kami dalam hal ini Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, yang saat itu saya menjabat sebagai Kasatreskrim melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap tindak pidana yang terjadi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...