Aliansi.co,Jakarta- Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengajak seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani beragam persoalan di wilayah Jakarta Selatan, mulai dari pengendalian banjir, parkir liar, pengelolaan sampah, hingga penyerapan tenaga kerja.
Ajakan tersebut disampaikan Syafrin saat membuka Coffee Morning Forkopimko di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (25/6).
Dalam sambutannya, Syafrin mengibaratkan dinamika persoalan di Jakarta Selatan seperti secangkir kopi pahit yang dapat menghasilkan cita rasa nikmat apabila diracik dengan komposisi yang tepat.
“Kopi yang pahit sekalipun, jika diramu dengan takaran gula dan susu yang pas, akan menghasilkan cita rasa yang nikmat. Begitu pula dengan dinamika Jakarta Selatan,” ujar Syafrin.
Menurut dia, persoalan yang kompleks dan berat tidak akan menghasilkan solusi apabila setiap instansi masih bekerja sendiri-sendiri.
Karena itu, komunikasi, komitmen, serta kerja sama antarlembaga menjadi kunci untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Kompleksitas masalah yang pahit dan berat, jika kita ramu dengan komunikasi yang baik, komitmen yang kuat, dan kolaborasi yang solid, pasti akan melahirkan solusi yang manis untuk kesejahteraan warga,” katanya.
Syafrin mengatakan Jakarta Selatan sebagai wilayah yang dinamis menghadapi berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia menilai pendekatan sektoral tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan tersebut.
“Masalah-masalah ini tidak bisa diselesaikan jika kita masih mengedepankan ego sektoral atau bekerja sendiri-sendiri. Kita harus bekerja dalam ekosistem, yaitu kolaborasi lintas sektoral,” tegasnya.
Melalui forum tersebut, Syafrin berharap terbangun ruang dialog yang terbuka dan solutif untuk menyatukan langkah dalam menangani isu strategis.
Pembahasan mencakup bidang pemerintahan, hukum dan ketertiban umum, kesejahteraan masyarakat, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, hingga keagamaan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pengendalian banjir.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan, kata Syafrin, terus menjalankan sejumlah langkah, seperti pembangunan embung dan situ, pembuatan sumur resapan, kerja bakti massal di saluran air serta aliran sungai, hingga pemanfaatan teknologi Flood Control System.
Melalui sistem tersebut, pemerintah menyediakan CCTV terintegrasi untuk memantau ketinggian air secara langsung sehingga penanganan potensi genangan dapat dilakukan lebih cepat.
Selain banjir, Syafrin turut menyoroti maraknya keluhan masyarakat terkait parkir liar yang banyak disampaikan melalui media sosial.
Ia meminta Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan memperkuat koordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penindakan.
“Saya mengimbau Sudin Perhubungan berkolaborasi dengan unsur-unsur terkait untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku parkir liar dan memperkuat patroli terpadu,” ucapnya.
