Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi mengenai penemuan jenazah di sebuah bangunan yang disebut-sebut berkaitan dengan operasional (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny menyampaikan, pihaknya telah melakukan penelusuran mendalam dan berkoordinasi dengan koordinator wilayah Kendal untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi yang telah kami lakukan, bangunan tersebut bukan merupakan gedung SPPG dan tidak memiliki ID SPPG resmi. Di lokasi tersebut juga tidak pernah terdapat kegiatan maupun aktivitas yang berkaitan dengan Program MBG,” ujar Tysa dalam keterangan persnya, dikutip Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, bangunan tersebut juga bukan bagian dari gedung yang terdampak kebijakan moratorium pembangunan atau operasional SPPG.
Selain itu, tidak terdapat mitra BGN yang mengklaim kepemilikan atas bangunan dimaksud.
“Dengan demikian, dapat kami tegaskan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Badan Gizi Nasional maupun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Tysa.
BGN menyampaikan klarifikasi ini sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
BGN mengimbau masyarakat untuk mencermati informasi berdasarkan keterangan resmi dan tidak terburu-buru mengaitkan suatu peristiwa dengan pelaksanaan program pemerintah sebelum fakta dan keterkaitannya terverifikasi.
Di sisi lain, BGN turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa penemuan jenazah tersebut.
BGN berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
“Segenap jajaran Badan Gizi Nasional menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” tutup Tysa.
