Aliansi.co,Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru, Letjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan pentingnya sinergi TNI, Polri, kementerian, lembaga, dan masyarakat dalam memperkuat penanganan bencana di Indonesia.
Hal itu disampaikan Kristomei usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BNPB di Istana Negara, Jakarta.
Ia menekankan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi dan koordinasi terpadu, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.
“Pada hari ini saya sudah resmi dilantik oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepala BNPB. Tadi juga diawali dengan kenaikan pangkat kami dari mayor jenderal menjadi letnan jenderal. Jadi sah hari ini saya bertugas sebagai Kepala BNPB,” ujar Kristomei dalam jumpa pers di Istana Jakarta, dikutip Jumat (16/10/2026).
Ia mengatakan, salah satu prioritas awalnya adalah memastikan penanganan berbagai bencana yang tengah terjadi di sejumlah wilayah berjalan cepat dan terkoordinasi.
Bencana tersebut meliputi kebakaran hutan dan lahan, banjir, hingga erupsi gunung berapi.
“Saya melihat memang kita sedang menghadapi bencana, baik kebakaran hutan, ada yang banjir, dan semua bencana, erupsi gunung merapi dan sebagainya. Jadi kita akan fokus ke sana dengan prinsip saya adalah kolaborasi, responsif, integratif, dan sinkronisasi,” katanya.
Menurut Kristomei, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.
Keterlibatan seluruh unsur pemerintah, termasuk TNI dan Polri, serta partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan respons terhadap bencana berjalan efektif.
“Jadi semua terlibat, semua kementerian, lembaga, TNI, Polri harus sama-sama kita, termasuk masyarakat. Jadi ada kesinkronisasi antara aturan pusat dan aturan daerah,” lanjutnya.
Selain memperkuat sinergi lintas lembaga, Kristomei juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Koordinasi dengan lembaga terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), juga diperlukan untuk mendukung upaya penanggulangan bencana.
Sebagai langkah awal setelah dilantik, Kristomei akan melakukan konsolidasi internal di lingkungan BNPB.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempelajari kondisi dan kebutuhan penanganan bencana sekaligus memastikan upaya di lapangan dapat segera berjalan.
“Jadi tentunya saya sebagai pejabat baru akan konsolidasi internal dulu ke dalam, mempelajari sekaligus langsung bergerak cepat untuk penanggulangan,” pungkasnya. red
