Aliansi.co, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta Dinas Pendidikan memperkuat kesiapsiagaan bencana di sekolah, terutama pada gedung bertingkat hingga lima dan enam lantai yang baru dibangun.
Permintaan tersebut disampaikan Rano saat meninjau hasil rehabilitasi dan pembangunan tiga sekolah di Jakarta Selatan, yakni SDN Lebak Bulus 04, SMPN 299 Jakarta, dan SDN Cilandak Barat 08, Jumat (16/10/2026).
Ketiga gedung itu telah digunakan sejak awal tahun ajaran 2026–2027.
Rano menegaskan, pembangunan fasilitas pendidikan tidak cukup hanya memperhatikan kelayakan dan kenyamanan ruang belajar.
“Untuk keselamatan, termasuk menghadapi potensi bencana gempa bumi, sekolah harus benar-benar siap dan sering mengadakan latihan simulasi evakuasi,” ujar Rano.
Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan prosedur evakuasi dipahami dan dilatih secara rutin oleh seluruh warga sekolah.
Ia berharap guru, siswa, dan petugas sekolah mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat.
“Dengan fisik gedung yang kini mencapai lima hingga enam lantai, tingkat kesulitan mitigasi tentu lebih tinggi sehingga saya memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan agar prosedur evakuasi terus dilatih secara berkala demi prinsip sedia payung sebelum hujan,” katanya.
Ketiga gedung dilengkapi fasilitas penunjang, antara lain akses ramah disabilitas, lift, sistem proteksi kebakaran, sarana olahraga, dan ruang terbuka hijau.
Bangunan juga dirancang dengan memperhatikan efisiensi energi melalui pemanfaatan panel surya, sirkulasi udara, serta pencahayaan alami.
Rano berharap, fasilitas baru tersebut memberikan manfaat langsung bagi siswa dan tenaga pendidik, sekaligus meningkatkan kapasitas dan akses layanan pendidikan.
“Yang kami harapkan bukan sekadar gedung baru, tetapi manfaat langsung bagi siswa dan guru; ruang belajar harus lebih nyaman, aman, inklusif, serta mampu menambah daya tampung dan memperluas akses pendidikan,” tuturnya.
Selain kesiapsiagaan bencana, Rano mengingatkan pentingnya pemeliharaan rutin agar fasilitas sekolah tetap berfungsi dengan baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Ia meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengawal masa pemeliharaan serta memastikan sarana dan prasarana yang telah dibangun maupun direhabilitasi tetap terawat.
“Membangun itu relatif mudah dan bisa selesai dalam satu tahun, tetapi tantangan tersulit adalah merawat seluruh fasilitas tersebut setiap tahunnya,” ujarnya.
Menurut Rano, pengawasan pemeliharaan diperlukan agar kualitas bangunan tetap terjaga dan investasi pemerintah di sektor pendidikan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Saya meminta Dinas Pendidikan terus mengawal masa pemeliharaan agar sarana dan prasarana yang ada dapat terawat dengan baik serta bertahan jauh lebih lama,” katanya.
