Aliansi.co,Jakarta-Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggencarkan identifikasi penularan Tuberkulosis (TB) dengan mengintegrasikan pemeriksaan penyakit tersebut dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Upaya itu dilakukan dengan membuka layanan CKG di sejumlah titik yang lebih dekat dengan permukiman warga, salah satunya di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kampung Perigi, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan, penanganan TB membutuhkan perhatian serius karena penyakit tersebut memiliki risiko penularan yang tinggi apabila pasien tidak segera teridentifikasi.
“Karena jika salah satu pasien TB tidak teridentifikasi dengan baik, potensi penularannya sangat masif di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” kata Syafrin, Selasa (1/9/2026).
Menurut dia, integrasi program CKG dengan upaya penanggulangan TB memungkinkan pemerintah menemukan kasus lebih awal sekaligus memberikan penanganan lanjutan kepada warga yang membutuhkan.
“Melalui CKG yang dikombinasikan dengan penanggulangan TB ini, kami bisa langsung mengidentifikasi kasus dan memberikan penanganan tindak lanjut,” ujarnya.
Syafrin menjelaskan, CKG pada dasarnya disiapkan di fasilitas kesehatan (faskes).
Namun, pemerintah perlu mendekatkan layanan tersebut kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan akses untuk mendatangi fasilitas kesehatan.
Untuk itu, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan menyiapkan 631 titik lokasi pemeriksaan yang tersebar di wilayah permukiman warga.
RPTRA menjadi salah satu lokasi yang dimanfaatkan untuk mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.
Setiap titik pemeriksaan ditargetkan dapat menjaring sekitar 100 peserta per hari.
Guna mengoptimalkan penjangkauan, Pemkot Jakarta Selatan juga melibatkan berbagai unsur kewilayahan dan masyarakat. Camat, lurah, ketua RT/RW, kader Posyandu hingga kader Dasawisma digerakkan untuk meningkatkan kesadaran warga agar memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut.
Syafrin mengimbau masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.
“Saya mengimbau masyarakat proaktif melakukan cek kesehatan gratis. Lebih baik mencegah dan mendeteksi dini daripada mengobati setelah sakit, karena proses pengobatan TB itu panjang dan dapat mengganggu aktivitas,” tuturnya.
