Prabowo mengatakan, prajurit bahkan masuk ke wilayah yang masih berbahaya untuk membantu masyarakat.
Mereka membuka akses yang terputus, melakukan evakuasi, mendirikan jembatan hingga menyalurkan kebutuhan dasar ke daerah terpencil.
“Saudara datang ketika jalan terputus, Saudara masuk ketika keadaan masih berbahaya. Ada rekan-rekanmu yang mengorbankan jiwa dan raganya membantu rakyat menghadapi bencana,” tuturnya.
“Saudara-saudara membantu evakuasi, membuka jalan, mendirikan ribuan jembatan, membawa makanan dan obat-obatan ke tempat-tempat yang terpencil dan terputus,” sambung Prabowo.
Prabowo pun menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI yang selama ini menjalankan tugas bersama rakyat.
“Saya menyampaikan terima kasih saya, penghormatan saya kepada kalian. Terus menjadi tentara rakyat. Tentara yang kuat adalah tentara yang dekat dengan rakyat,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut Prabowo menegaskan, kekuatan tentara tidak hanya ditentukan oleh persenjataan, peralatan maupun besarnya anggaran.
Menurut dia, semangat dan jiwa rela berkorban juga menjadi faktor penting dalam membangun kekuatan pertahanan.
“Sejarah telah membuktikan, keadaan geopolitik sekarang telah membuktikan, tidak hanya senjata dan peralatan yang menentukan tentara itu tangguh atau tidak,” katanya.
“Tidak hanya alat, tidak hanya anggaran. Yang paling penting adalah semangat, jiwa rela berkorban. Tentara yang punya jiwa rela berkorban, bangsa yang rela berkorban, rakyat yang tangguh, rakyat yang berani, itulah kekuatan suatu bangsa,” tegas Prabowo.
