Sabtu, Oktober 3, 2026

Mantan Wamenlu SBY Buka Suara soal Kasus Impor Gula, Ungkap Sosok Tom Lembong

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Dino Patti Djalal buka suara terkait kasus impor gula yang membuat mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong sebagai tersangka.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) era Presiden SBY ini pun mengungkapkan, bahwa Tom Lembong yang dikenalnya adalah sosok idealis dan baik hati.

Menurut dia, sahabatnya itu adalah korban.

Ia menilai Tom Lembong dijebak oleh pihak-pihak yang berseberangan, baik dalam pemikiran maupun pilihan politik.

Baca Juga :  ASN Kemenag Diizinkan Perpanjang Libur Lebaran, Permohonan Cuti Bisa Menyusul

Tom Lembong yang aktif mendukung kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, dinilainya sangat kritis dalam menganalisis berbagai masalah yang dihadapi bangsa.

Tom katanya juga menunjukkan kepedulian mendalam terhadap isu-isu sosial dan ekonomi.

“Saya kenal baik Tom Lembong sejak 2003. Dia waktu itu aktif mendukung Sby,” tulis Dino Patti Djalal lewat twitternya @dinopattidjalal, pada Kamis (31/10/2024).

“Sy mengenal Tom sbg sosok yg mempunyai intelektualitas tinggi, baik hati, tidak korup & idealis. Dia selalu kritis melihat berbagai masalah bangsa,” tambahnya.

Baca Juga :  Jokowi Teken Perpres Manajemen Risiko Pembangunan Nasional, 4 Menko Ditunjuk jadi Komite

Namun, perjalanan karier Tom Lembong diungkapkan Dino Patti Djalal tak terlepas dari tantangan.

Terlebih ketika sahabatnya itu berbalik menentang mantan ‘bos’-nya.

Namun Dino Patti Djalal tidak menjelaskan siapa sosok mantan bosnya Tom Lembong.

Hanya saja, Tom katanya menghadapi banyak musuh sejak berseberangan dalam pandangan politik.

“Saya juga tahu dia punya banyak musuh sejak berbalik badan menentang mantan bossnya,” ungkap Dino Patti Djalal.

Baca Juga :  Jokowi Lantik Hadi Tjahjanto sebagai Menko Polhukam dan AHY Menteri ATR

Meski ada beberapa kebijakan Tom yang keliru, termasuk soal kebijakan impor gula yang menjadi dasar pelaporan kasus dugaan korupsi, Dino meyakini kesalahan tersebut bukanlah hasil dari niat untuk memperkaya diri.

Dia menilai hal itu lebih disebabkan oleh penilaian yang keliru dari Tom Lembong.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...