Sabtu, Juli 4, 2026

Prabowo Ungkap Transisi Kepemimpinan Indonesia Dipuji Dunia

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa transisi kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke pemerintahan yang dipimpinnya mendapat pujian dari dunia internasional.

Hal ini, menurut Prabowo, mencerminkan kedewasaan politik dan kematangan demokrasi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2025 yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

“Saya ingin menyampaikan bahwa transisi kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo ke pemerintahan yang saya pimpin berjalan dalam semangat persatuan, penuh kehormatan, dan kedewasaan politik,” kata Prabowo dilansir dari tayangan video, Jumat.

Baca Juga :  Dapat Informasi dari Medsos, Jokowi Sisir Jalan Rusak di Labura Sumut

Ia menegaskan, keberhasilan transisi yang damai dan lancar ini menjadi bukti bahwa demokrasi Indonesia telah tumbuh matang dan kuat.

“Peralihan kepemimpinan yang diakui dunia sebagai peralihan yang lancar dan sangat baik adalah bukti bahwa demokrasi kita matang dan kuat. Tidak semua negara mampu melaksanakan transisi-transisi kepemimpinan dengan baik dan lancar seperti di Indonesia,” ujar Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa pemimpin-pemimpin dunia kerap menunjukkan kekaguman terhadap proses transisi di Indonesia.

Dalam berbagai kesempatan kunjungan luar negeri, ia kerap menerima pertanyaan terkait rahasia keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas politik selama masa transisi.

Baca Juga :  Soal Bajingan Tolol, Rocky Gerung Sebut Publik Belum Ngerti Bedakan Kritik dan Dendam Pribadi

“Di mana-mana ketika saya berada di luar negeri, banyak pemimpin negara sahabat bertanya kepada saya, ‘How did you do it? How did Indonesia manage?’” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan itu, Prabowo menyatakan bahwa kunci keberhasilan tersebut terletak pada karakter khas demokrasi Indonesia yang mengedepankan kesejukan dan persatuan, berbeda dengan praktik demokrasi yang penuh pertentangan di negara lain.

“Saya sampaikan ke mereka, kita berhasil karena kita menganut demokrasi yang khas Indonesia. Demokrasi yang sejuk, demokrasi yang mempersatukan. Bukan demokrasi yang saling gontok-gontokan, saling menjatuhkan, saling maki-memaki, saling menghujat, bukan demokrasi yang saling membenci,” jelasnya.

Baca Juga :  Viral Gubernur Jabar Jangan Dipilih Lagi, Begini Respon Ridwan Kamil Tanggapi Protes Jalan Rusak

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa demokrasi Indonesia berakar dari nilai-nilai luhur bangsa yang diwariskan oleh para leluhur, mencerminkan budaya gotong royong dan kekeluargaan yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat Nusantara.

“Inilah yang harus kita pegang teguh. Demokrasi warisan nenek moyang kita adalah demokrasi yang sesuai dengan budaya kita: budaya kekeluargaan, budaya gotong royong, budaya mikul dhuwur mendhem jero, budaya saling mengisi, saling mendukung, tepo seliro, budaya menahan diri, budaya yang iso rumongso, bukan rumongso iso,” pungkas Presiden Prabowo.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...