Sabtu, Agustus 15, 2026

Prabowo Sindir Direksi BUMN: Bekerja Seenaknya, Pemerintah Tak Dianggap

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menyindir keras jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai bekerja seenaknya dan tidak bertanggung jawab kepada bangsa maupun negara.

Prabowo bahkan mengaku heran karena dalam kondisi tertentu pemerintah justru tidak dianggap dalam pengelolaan perusahaan negara.

Sentilan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo awalnya menyoroti jumlah BUMN yang menurutnya terlalu banyak.

Berdasarkan temuan pemerintah, terdapat 1.074 BUMN dengan struktur perusahaan yang berlapis, mulai dari anak perusahaan hingga cucu dan cicit perusahaan.

Baca Juga :  Mendagri Tito Ungkap Kunci Sukses Pemimpin Daerah yang Kuat

“Saya kira BUMN itu 300 atau 400. Ternyata ada 1.074 BUMN,” kata Prabowo.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi persoalan serius apabila perusahaan-perusahaan negara tidak dikelola secara produktif dan bertanggung jawab.

“BUMN itu ada yang punya anak perusahaan dan ada yang punya cucu perusahaan. Bahkan ada yang punya cicit perusahaan. Ini luar biasa,” ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung perilaku sebagian pengurus BUMN yang dinilainya tidak menjalankan perusahaan sesuai kepentingan negara.

“BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya, tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Bahkan pemerintah tidak dianggap,” tegasnya.

“Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini,” sambung Prabowo.

Baca Juga :  Beda dengan Prabowo, Gibran Tak Diundang di Sidang Tahunan MPR, Gegara Apa?

Prabowo tidak berhenti pada kritik terhadap tata kelola BUMN.

Ia bahkan membuka kemungkinan pengusutan terhadap pengurus dan direksi perusahaan negara dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Menurut Prabowo, pemerintah dapat membentuk pengadilan ad hoc khusus apabila diperlukan untuk mengusut berbagai persoalan yang terjadi dalam pengelolaan BUMN.

“Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk kita usut pengurus-pengurus, direksi 30 tahun ke belakang mungkin,” kata Prabowo.

Namun, rencana tersebut tidak akan diputuskan sendiri oleh pemerintah. Prabowo mengatakan dirinya akan membawa gagasan tersebut untuk dibahas bersama DPR.

“Tapi saya menghadapi majelis, akan menghadapi DPR,” ujarnya.

Baca Juga :  Jokowi Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, TNI-Polri Berikut Intel Disebar hingga Patung Kuda

Di sisi lain, Prabowo membuka kemungkinan pemberian semacam amnesti khusus bagi pihak yang bersedia mengakui kesalahan dan menunjukkan sikap bertobat.

“Kalau perlu kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus untuk mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui,” katanya.

Prabowo menyerahkan keputusan mengenai opsi tersebut kepada para wakil rakyat.

“Nah, ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan,” ujarnya.

Prabowo juga mengaku khawatir jika seluruh persoalan di tubuh BUMN dibuka secara bersamaan justru memicu kemarahan masyarakat.

“Kalau saya laporkan semuanya, saya takut rakyat kita marah semuanya, Saudara-saudara,” tutur Prabowo.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...

Maling Congkel Jendela Rumah Warga Gandaria Utara, Laptop-HP hingga Uang Digondol

Aliansi.co,Jakarta- Rumah warga di Jalan Karya Utama RT 012/RW 06, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi sasaran aksi pencurian. Pelaku menggondol laptop, telepon...