Sabtu, Oktober 3, 2026

Terungkap Alasan Prabowo Kosongkan Jabatan Menko Polkam dan Menpora

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik empat menteri dan satu wakil menteri baru dalam Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9).

Dalam pelantikan tersebut, diumumkan pula bahwa dua posisi kabinet, yakni Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) saat ini kosong, menyusul selesainya masa tugas Budi Gunawan dan Dito Ariotedjo.

Adapun lima pejabat baru yang dilantik adalah:

Baca Juga :  Momen Presiden Prabowo Lancar Pidato Berbahasa Inggris di APEC CEO Summit Peru

Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan

Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia / Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Ferry Joko Yuliantono sebagai Menteri Koperasi

Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah

Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah

Usai pelantikan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait kekosongan jabatan Menko Polkam dan Menpora.

“Berkenaan dengan posisi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, untuk sementara waktu memang Bapak Presiden belum menunjuk secara definitif siapa yang akan beliau tugaskan menjadi Menko Polkam. Sehingga untuk sementara waktu beliau akan menunjuk ad interim untuk menjabat sebagai Menko Polkam,” ujar Prasetyo.

Baca Juga :  Kapolri Mutasi 702 Personel, Ketua KPK Geser jadi Itwasum

Ia menambahkan, penunjukan pejabat ad interim Menko Polkam akan diumumkan setelah penetapan resmi ditandatangani oleh Presiden Prabowo.

Sementara itu, terkait posisi Menpora, Prasetyo menyebut bahwa pejabat pengganti telah ditentukan namun belum dapat hadir dalam pelantikan hari ini.

“Berkenaan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, jadi pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga kebetulan sedang berada di luar kota, sehingga tidak bisa mengikuti pelantikan pada sore hari. Akan dijadwalkan kembali di prosesi pelantikan yang berikutnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Luncurkan Layanan Satu Pintu Perizinan Kegiatan Seni dan Olahraga

Mengenai perubahan formasi kabinet ini, Prasetyo menegaskan bahwa seluruh keputusan merupakan bagian dari hak prerogatif Presiden Prabowo dan telah melalui proses evaluasi menyeluruh.

“Perubahan ini tentu menjadi bagian dari dinamika dalam pemerintahan, dan merupakan hasil dari evaluasi yang dilakukan Presiden secara menyeluruh terhadap kinerja kementerian,” tuturnya

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...