Sabtu, Oktober 17, 2026

Konsep Revitalisasi Rasuna Said Mirip Sudirman–Thamrin, Tiang Monorel Dibongkar Awal 2026

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap menata ulang kawasan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, setelah bertahun-tahun menjadi lokasi proyek monorel mangkrak.

Lahan bekas proyek tersebut nantinya akan disulap menjadi jalan dan trotoar modern, serupa dengan kawasan Sudirman–Thamrin yang kini menjadi ikon penataan ruang publik ibu kota.

“Ya untuk konsepnya kurang lebih seperti di Jalan Sudirman (Thamrin),” ujar Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).

Rifki menjelaskan, proses pembongkaran tiang-tiang monorel akan dilakukan oleh Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan mulai Januari 2026 dan dikerjakan secara bertahap.

Baca Juga :  Pramono Tegaskan Pendaftaran Calon PPSU kini Tanggung Jawab Lurah

Setelah seluruh tiang dibongkar, permukaan jalan akan diratakan, disesuaikan elevasinya, lalu diaspal agar seragam dengan ruas utama di sepanjang koridor Rasuna Said.

“Setelah kita bongkar, kita lihat strukturnya. Nanti elevasinya disamakan, dibentuk, lalu diaspal juga,” jelas Rifki.

Ia menambahkan, pembongkaran akan dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.

Proses fisik pembongkaran ditargetkan rampung pada April 2026, sebelum dilanjutkan dengan tahap penataan jalan dan trotoar.

“Iya, target tahun 2027 itu sudah selesai semua, jalan sudah rapi,” tambahnya.

Baca Juga :  Tinggalkan TPU Menteng Pulo, Anita Sambut Hidup Baru di Rusun Jagakarsa

Rencana revitalisasi Jalan HR Rasuna Said menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI dalam menata kembali wajah kota serta mengembalikan fungsi ruang publik bagi masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono menegaskan, kawasan tersebut akan dibuat lebih rapi, lebar, dan ramah bagi pejalan kaki

Proyek monorel Jakarta yang dikerjakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sejak awal 2000-an semula digadang-gadang sebagai solusi transportasi massal perkotaan.

Namun proyek tersebut berhenti di tengah jalan, meninggalkan deretan tiang beton di beberapa ruas jalan utama seperti Rasuna Said hingga Senayan.

Pramono memastikan, Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan pihak Adhi Karya untuk mempercepat proses pembongkaran sekaligus memastikan lahan bekas proyek tersebut dapat dimanfaatkan kembali bagi kepentingan publik.

Baca Juga :  Kerugian Membengkak, Pramono Minta Menteri PUPR Bantu Biaya Perbaikan Fasum Rusak

“Untuk (tiang) monorel kami sudah berbicara dengan Adhi Karya. Kami sudah memberikan batas waktu dalam rapat paripurna DKI Jakarta,” kata Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (21/10/2025).

Ia berharap pembongkaran dapat dimulai sesuai jadwal agar wajah baru Rasuna Said segera bisa dinikmati masyarakat.

“Mudah-mudahan Januari segera bisa kami mulai dan 2026 bisa selesai. Sehingga membuat Jakarta, terutama wilayah Rasuna Said, menjadi lebih baik,” pungkasnya

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...