Senin, Oktober 5, 2026

Pemkot Jaksel Dorong Peran Aktif Warga Jaga Ketertiban dan Keamanan

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) terus mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum (tramtibum).

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Peduli Tramtibum (MPT) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun 2025 yang digelar Satpol PP Jakarta Selatan.

Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari 10 kecamatan ini berlangsung di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Kelurahan Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Senin (15/12).

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho, mengapresiasi upaya Satpol PP yang konsisten membina serta mengembangkan potensi warga agar memiliki kepedulian terhadap ketertiban dan keamanan lingkungan.

Baca Juga :  Satpol PP Seret 330 Pelanggar Tibum ke Pengadilan, Setor Negara Rp120 Juta

“Saya minta kepedulian dan peran serta masyarakat secara aktif dalam urusan ketenteraman dan ketertiban umum terus ditingkatkan, demi terwujudnya Kota Jakarta Selatan yang tertib, aman, dan tenteram,” ujar Ali Murthadho.

Menurutnya, kegiatan peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu menggali ide-ide inovatif dan kreatif dari masyarakat dalam rangka meminimalisir berbagai pelanggaran ketertiban umum di wilayah Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Respon Dini Pelanggaran Trantibum, Satpol PP Jaksel Bentuk Tim URC Motor

“Apabila keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum dapat terjamin serta ketenteraman umum terpelihara dengan baik, hal itu menjadi indikator bahwa pembangunan dan roda pemerintahan di Jakarta Selatan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Nanto Dwi Subekti berharap para peserta MPT dapat bersinergi dengan Satpol PP dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya ketertiban umum serta kepatuhan terhadap peraturan daerah yang berlaku.

Baca Juga :  DPRD Soroti Gedung Tanpa SLF, Desak Pemprov DKI Ambil Tindakan Tegas

“Peserta MPT ini merupakan perpanjangan tangan Satpol PP di tingkat masyarakat. Mereka diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman tentang tujuan ketertiban umum dan regulasi, sehingga masyarakat semakin patuh,” ujarnya.

Nanto menambahkan, melalui sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang tertib, aman, dan kondusif di seluruh wilayah Jakarta Selatan.

“Mudah-mudahan peran MPT ini dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan kondusif,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...