Aliansi.co, Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku terkejut saat menyaksikan langsung tradisi Andilan Kebo yang digelar Forum Betawi Rempug (FBR) di Taman Kerempugan Korwil FBR, Jakarta Timur, Kamis (19/3).
Rano tidak menyangka tradisi gotong royong khas masyarakat Betawi itu masih lestari di tengah dinamika kehidupan kota metropolitan.
“Dengan semangat kebersamaan melalui Andilan Kebo ini, saya jujur agak terkejut. Ternyata di Jakarta masih ada kegiatan seperti ini. Saya jadi ingat masa kecil saya di Kemayoran, ketika masyarakat saling berbagi sesuai kemampuan,” ujar Rano, Kamis.
Menurut Rano, Andilan Kebo merupakan tradisi patungan warga untuk membeli hewan ternak yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Besaran kontribusi tidak ditentukan, melainkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing warga, sehingga mencerminkan nilai keadilan dan kebersamaan.
“Yang patungannya besar mendapat lebih banyak, yang kecil mendapat lebih sedikit. Namun, esensinya adalah kebersamaan sebagai tetangga. Semua berpartisipasi sesuai kemampuan,” ujar Rano,” kata Rano Karno.
“Inilah cara kita merawat tradisi. Kita juga harus saling memahami keberagaman budaya, terutama dalam momentum hari besar keagamaan yang berdekatan. Ini menjadi komitmen kami agar tradisi ini terus berlangsung setiap tahun,” lanjutnya.
Rano juga menyoroti kondisi sosial di Jakarta yang masih diwarnai kesenjangan, termasuk masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
Karena itu, tradisi seperti Andilan Kebo dinilai memiliki makna penting dalam memperkuat solidaritas sosial.
“Masih ada masyarakat yang bahkan untuk membeli ayam saja sulit. Maka, kehadiran momen seperti Andilan Kebo dan Iduladha menjadi sangat berarti karena memberi kesempatan masyarakat untuk merasakan konsumsi daging,” ungkapnya.
Menjelang Idul Fitri, lanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menyiapkan rangkaian kegiatan malam takbiran bertajuk “Eid Mubarak” yang akan dipusatkan di kawasan Bundaran HI dan melibatkan ribuan peserta dari berbagai wilayah di Jakarta.
“Kami mohon doa agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar. Apa pun hasil penetapan Lebaran nanti, ini adalah upaya kami untuk terus merawat tradisi dan meningkatkan partisipasi masyarakat,” tutup Rano.
