Aliansi.co, Jakarta- Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Timur mendirikan posko anti tawuran selama bulan Ramadhan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, pendirian posko tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas instansi untuk menciptakan suasana yang kondusif selama bulan suci, khususnya dalam mengantisipasi potensi tawuran yang kerap meningkat.
“Masalah tawuran menjadi salah satu bahasan utama. Kondisi nyata di Jakarta Timur memang masih ada tawuran dan kami di Forkopimko selalu berusaha memaksimalkan upaya, bukan hanya menyelesaikan, kalau bisa menghilangkan tawuran di Jakarta Timur,” kata Munjirin, Kamis (22/1/2026).
Munjirin mengakui, kasus tawuran di wilayahnya telah mengalami penurunan, meski belum sepenuhnya hilang.
Karena itu, Forkopimko merancang berbagai strategi pencegahan, salah satunya dengan mendirikan sejumlah posko pengamanan.
“Memang sudah berkurang, tapi masih ada. Jadi ada rencana beberapa posko yang akan didirikan dan diisi oleh beberapa jajaran dan instansi. Nanti organisasi masyarakat dan masyarakat juga ikut serta untuk menjaga lingkungan kita masing-masing,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Polres Metro Jakarta Timur akan mendirikan sebanyak 29 pos anti tawuran yang tersebar di sejumlah titik rawan.
Setiap pos akan disiagakan 20 personel gabungan.
“Di setiap pos akan ada 10 personel Polri, satu personel TNI, tiga personel Satpol PP, ditambah unsur organisasi masyarakat dan masyarakat setempat,” kata Munjirin.
Adapun sistem penjagaan akan dibagi ke dalam dua shift, yakni shift pertama pada pukul 16.00–24.00 WIB dan shift kedua pada pukul 24.00–08.00 WIB.
Munjirin berharap, sinergi seluruh unsur, mulai dari aparat hingga masyarakat, dapat menciptakan Jakarta Timur yang aman dan bebas dari tawuran selama Ramadhan.
“Kami ingin Jakarta Timur benar-benar zero tawuran, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman dan nyaman,” tutupnya.
