Minggu, Oktober 4, 2026

Kurangi Beban Bantargebang, DLH Ajak Warga Ikut Atasi Masalah Sampah Jakarta

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak seluruh warga berperan aktif dalam mengatasi persoalan sampah guna mengurangi beban TPST Bantargebang.

Upaya ini dilakukan dengan memperkuat gerakan pemilahan sampah dari sumber, terutama di tingkat rumah tangga.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan langkah tersebut merupakan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar penanganan sampah tidak lagi bertumpu pada pengangkutan dan penimbunan semata.

Menurut Asep, peran wali kota, camat, hingga lurah sangat penting sebagai penggerak utama di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  1.500 Pasukan Diterjunkan Pengamanan Malam Takbiran di Jakarta Selatan

Mereka diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat sekaligus memastikan kebiasaan memilah sampah dapat berjalan konsisten.

“Pemilahan sampah dari sumber harus dilakukan secara konsisten dan masif agar berdampak nyata pada pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang,” ujar Asep dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (3/4).

Ia menjelaskan, keberhasilan pengurangan sampah sangat bergantung pada koordinasi di tingkat wilayah.

Kolaborasi antara pemerintah kota, kecamatan, hingga kelurahan menjadi fondasi penting dalam mendorong partisipasi warga.

Baca Juga :  Taman Trotoar Gunawarman yang Dicor Kini Dikembalikan, Ditanami Bunga Lagi

Sebagai bagian dari upaya tersebut, DLH juga mendorong pengaktifan kembali sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat, seperti Bidang Pengelola Sampah (BPS) di tingkat RW.

Keberadaan BPS diharapkan menjadi pusat aktivitas pengelolaan sampah di lingkungan warga.

Selain itu, pengolahan sampah organik melalui biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF) terus dikembangkan.

Metode ini dinilai efektif dalam mengurangi sampah sisa makanan yang selama ini mendominasi timbulan sampah rumah tangga.

Baca Juga :  Stop BAB di Kali, Pemkot Jaksel Bangun MCK di Jati Padang Pasar Minggu

“Penguatan bank sampah juga tetap menjadi fokus. Selain mengurangi sampah, bank sampah memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Asep menegaskan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat.

“Kami mendorong agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan di rumah, dimulai dari memisahkan sisa makanan dan plastik. Dampaknya besar, tidak hanya bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” tutupnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...