Sabtu, Oktober 3, 2026

Prabowo Tolak Undangan Groundbreaking Menteri, Pilih Datang Saat Proyek Sudah Rampung

WIB

Aliansi.co,Cilacap- Presiden Prabowo Subianto mengaku sering menolak undangan para menterinya untuk menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek.

Ia menyatakan lebih memilih hadir saat proyek telah rampung dan siap diresmikan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

“Saya terus terang saja, di awal pemerintahan saya, saya sampaikan ke menteri-menteri, tolonglah saya jangan diundang groundbreaking,” kata Prabowo dalam sambutannya dilansir dari kanal YouTube Setpres, Rabu.

Menurut dia, kehadiran dalam peresmian proyek yang telah selesai dinilai lebih memberikan makna karena hasilnya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  Jokowi Bangun Memorial Park Senilai Rp 361 Miliar di IKN, Untuk Apa?

“Yang ingin saya datang adalah peresmian kalau sudah jadi,” ujarnya.

Meski demikian, Prabowo tetap menghadiri acara groundbreaking tersebut karena menilai proyek hilirisasi memiliki nilai strategis dan penting bagi masa depan ekonomi Indonesia.

“Tapi karena ini begitu banyak dan begitu penting, saya merasa saya harus hadir. Saya hadir untuk memberi semangat, memberi penghormatan kepada mereka-mereka yang menyiapkan proyek-proyek ini,” katanya.

Ia menegaskan, proyek-proyek hilirisasi tidak muncul secara instan, melainkan hasil pemikiran panjang para pemimpin, teknokrat, dan ilmuwan Indonesia selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  KTT G20 Brasil, Prabowo Akui Kelaparan dan Kemiskinan Nyata di Indonesia

“Proyek ini tidak jatuh dari langit. Proyek-proyek ini adalah buah pemikiran, mungkin belasan tahun, bahkan puluhan tahun. Buah cita-cita, buah impian para pemimpin Indonesia,” tuturnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Ia menegaskan Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah.

“Kita tidak mau sekadar jual bahan baku. Kita mau olah di dalam negeri supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, ia menyoroti kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh yang dinilai belum optimal meski Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah.

Baca Juga :  Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil Dicecar soal Investasi Proyek Hilirisasi

“Sudah terlalu lama petani, nelayan, buruh kita tidak menikmati kesejahteraan yang layak,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengkritik praktik pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan nasional, termasuk soal hasil usaha yang tidak ditempatkan di dalam negeri.

Sebagai pemimpin yang mendapat mandat rakyat, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memastikan kekayaan nasional dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Saya menginginkan sumber kekayaan bangsa Indonesia harus di tangan bangsa Indonesia dan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...