Aliansi.co,BANDUNG –Taufik Hidayat (30), terduga pelaku penyekapan wanita di Bandung menjadi buronan orang Indonesia.
Hal itu setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar sayembara berhadiah Rp250 juta bagi masyarakat yang dapat membantu menemukan buronan kasus penyiksaan dan penyekapan terhadap seorang perempuan bernama Yuvita Tri Rezeki (26).
Hadiah tersebut disiapkan sebagai imbalan bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat mengenai keberadaan Taufik kepada aparat kepolisian maupun membantu proses penangkapan hingga pelaku berhasil diamankan.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini mengajak seluruh masyarakat untuk ikut membantu aparat memburu Taufik yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian Daerah Jawa Barat.
“Kepada seluruh warga, mari kita sama-sama membantu mencarinya. Siapa pun yang mengetahui keberadaannya, segera informasikan kepada aparat agar yang bersangkutan dapat segera ditangkap,” ujar Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube, Selasa (23/6/2026).
Menurut KDM, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mempercepat proses penegakan hukum.
Ia berharap pelaku segera ditemukan agar korban memperoleh keadilan atas dugaan kekerasan yang dialaminya.
Sementara itu, Polda Jawa Barat memastikan proses hukum terhadap Taufik Hidayat terus berjalan.
Polisi telah menetapkan Taufik sebagai tersangka sebelum menerbitkan status DPO terhadap yang bersangkutan.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, penerbitan DPO dilakukan setelah penyidik terlebih dahulu mengantongi bukti dan menetapkan status tersangka.
“Prosesnya kami tetapkan tersangka terlebih dahulu, setelah itu baru penerbitan DPO. Saat ini tim sudah kami bentuk untuk melakukan pengejaran,” kata Hendra di Bandung, Selasa (23/6/2026).
Hendra menuturkan, tim gabungan dari Polda Jabar telah diterjunkan untuk melacak keberadaan Taufik.
Polisi juga masih mengumpulkan bukti tambahan serta mendalami rangkaian peristiwa dalam kasus dugaan penyiksaan dan penyekapan tersebut.
“Tim terus bekerja untuk melakukan pengejaran. Kami juga mendalami seluruh kronologi dan bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara ini,” ujarnya.
Kasus tersebut terungkap setelah keluarga Yuvita menerima pesan dari nomor tidak dikenal melalui aplikasi WhatsApp.
Pesan itu mengabarkan bahwa Yuvita berada dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Informasi tersebut kemudian menjadi awal terbukanya dugaan penyiksaan dan penyekapan yang dialami korban.
Polisi kini masih memburu Taufik Hidayat serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut.
