Aliansi.co,Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf kepada ratusan rektor dan guru besar yang menghadiri Sarasehan Kebangsaan dalam rangka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026).
Prabowo mengaku tidak menyebut satu per satu nama para tamu undangan karena jumlahnya sangat banyak.
Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan permintaan maaf itu juga ditujukan kepada para menteri Kabinet Merah Putih yang hadir.
Menurutnya, panitia telah mengingatkan agar ia tidak menyebut nama seluruh tamu satu per satu.
“Saya minta maaf, saya tidak sebut satu per satu menteri Kabinet Merah Putih yang hadir, tanpa mengurangi rasa hormat, juga para rektor universitas, para guru besar. Saya juga minta maaf karena cukup banyak. Rektornya saja di sini, rektor dan pimpinan 261 orang. Jadi kalau saya sebut satu-satu, saya dimarahin oleh panitia,” kata Prabowo dilansir dari tayangan YouTube Setpres.
Di hadapan lebih dari 2.600 akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Prabowo mengaku merasa terhormat dapat berbicara langsung dengan para guru besar, rektor, peneliti, dan dosen dalam forum tersebut.
Menurut Prabowo, perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kemajuan bangsa.
Karena itu, ia menilai potensi yang dimiliki kampus harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong pembangunan nasional.
“Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakkan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas,” ujarnya.
Prabowo juga mengapresiasi terselenggaranya Sarasehan Kebangsaan yang mengangkat tema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia.
Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dengan kalangan akademisi dalam merumuskan arah pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia pun mengungkapkan kebanggaannya karena kembali dapat berdialog dengan para pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Prabowo menyebut pertemuan kali ini merupakan yang keempat sejak dirinya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Hari ini kita bisa hadir pada acara Sarasehan Kebangsaan dengan tema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia dalam rangka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia. Ini adalah keempat kalinya saya sebagai Presiden Republik Indonesia. Dua kali di Istana Merdeka, satu kali di ITB,” tutur Prabowo.
