Kamis, Juli 2, 2026

Prabowo di HUT Bhayangkara: Hukum Tak Boleh Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam amanatnya pada Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026, Rabu (1/7/2026), Prabowo mengingatkan bahwa hukum harus menjadi pelindung masyarakat, bukan alat untuk melayani kepentingan pihak tertentu.

Berbicara di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Presiden menekankan bahwa Indonesia sebagai negara hukum wajib memastikan setiap warga memperoleh perlindungan dan rasa aman melalui penegakan hukum yang berkeadilan.

“Negara kita adalah negara hukum. Karena itu hukum harus kita tegakkan. Hukum harus dihormati dan dihargai. Hukum harus menjadi pelindung rakyat. Hukum harus memberi rasa aman kepada rakyat yang jujur. Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Hasto Balik Kanan Tinggalkan KPK

Prabowo kemudian menggarisbawahi pentingnya penegakan hukum yang tidak memihak dan bebas dari kepentingan politik maupun kekuasaan ekonomi.

Menurutnya, hukum tidak boleh dijalankan secara diskriminatif ataupun dijadikan alat untuk menekan kelompok tertentu.

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Rapat dengan Menhut, Titiek Soeharto Marah Lihat Truk Pengangkut Kayu Masih Berseliweran di Lokasi Banjir Sumatera

“Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun. Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum,” sambungnya.

Prabowo juga menekankan bahwa masyarakat yang mencari keadilan harus memperoleh pelayanan yang baik dari aparat penegak hukum.

Ia mengingatkan bahwa negara berkewajiban memberikan rasa aman kepada mereka yang berada di pihak yang benar, sementara setiap pelanggaran hukum harus dipertanggungjawabkan.

“Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Jokowi Singgung Provinsi yang Habiskan Anggaran Pertanian untuk Plesiran Dinas

Selain menyoroti penegakan hukum, Prabowo turut menyinggung pentingnya menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap menghormati kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi, namun mengingatkan agar demokrasi tidak dikuasai oleh kepentingan modal maupun pengaruh asing.

“Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing. Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berciri nilai-nilai bangsa Indonesia,” ucapnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...