Sabtu, Oktober 3, 2026

Prabowo di HUT Bhayangkara: Hukum Tak Boleh Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam amanatnya pada Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026, Rabu (1/7/2026), Prabowo mengingatkan bahwa hukum harus menjadi pelindung masyarakat, bukan alat untuk melayani kepentingan pihak tertentu.

Berbicara di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Presiden menekankan bahwa Indonesia sebagai negara hukum wajib memastikan setiap warga memperoleh perlindungan dan rasa aman melalui penegakan hukum yang berkeadilan.

“Negara kita adalah negara hukum. Karena itu hukum harus kita tegakkan. Hukum harus dihormati dan dihargai. Hukum harus menjadi pelindung rakyat. Hukum harus memberi rasa aman kepada rakyat yang jujur. Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Senggol Ida Dayak, Pesulap Merah Disanksi Hukum Adat, Jalani Eksekusi di Rumah Betang Kalimantan Barat

Prabowo kemudian menggarisbawahi pentingnya penegakan hukum yang tidak memihak dan bebas dari kepentingan politik maupun kekuasaan ekonomi.

Menurutnya, hukum tidak boleh dijalankan secara diskriminatif ataupun dijadikan alat untuk menekan kelompok tertentu.

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Puan Maharani Temui Jokowi di Istana Negara, Apa yang Dibahas?

“Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun. Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum,” sambungnya.

Prabowo juga menekankan bahwa masyarakat yang mencari keadilan harus memperoleh pelayanan yang baik dari aparat penegak hukum.

Ia mengingatkan bahwa negara berkewajiban memberikan rasa aman kepada mereka yang berada di pihak yang benar, sementara setiap pelanggaran hukum harus dipertanggungjawabkan.

“Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Jokowi Sahkan UU ASN 2023, Instansi Pemerintah Dilarang Angkat Honorer

Selain menyoroti penegakan hukum, Prabowo turut menyinggung pentingnya menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap menghormati kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi, namun mengingatkan agar demokrasi tidak dikuasai oleh kepentingan modal maupun pengaruh asing.

“Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing. Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berciri nilai-nilai bangsa Indonesia,” ucapnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...