Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Langkat, Syah Afandin, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).
Ia ditangkap di tengah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026.
Kota Medan diketahui menjadi lokasi penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI ke-26.
Rakernas APEKSI yang berlangsung hingga Sabtu besok, mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat!”.
Selama sepekan, kepala daerah dari 96 pemerintah kota se-Indonesia berkumpul di Medan untuk memperkuat sinergi antar pemerintah kota se-Indonesia dalam membangun resiliensi perkotaan demi mendukung kedaulatan bangsa.
KPK membenarkan adanya operasi senyap saat Rakernas APEKSI di Medan, Sumatera Utara.
Namun, lembaga antirasuah itu belum mengungkap identitas seluruh pihak yang diamankan maupun konstruksi perkara yang sedang ditangani.
“Benar,” kata Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).
Fitroh mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan informasi lebih rinci mengenai operasi tangkap tangan tersebut karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, OTT tersebut diduga berkaitan dengan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Meski demikian, KPK belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan tindak pidana maupun nilai proyek yang menjadi objek penyelidikan.
Syah Afandin yang akrab disapa Ondim merupakan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang baru menjabat sebagai Bupati Langkat periode 2025–2030.
Ia dilantik pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta, bersama Wakil Bupati Tiorita Br. Surbakti.
Sebelum menjadi bupati definitif, Ondim memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan daerah.
Ia menjabat sebagai Wakil Bupati Langkat periode 2019–2024, kemudian dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat sejak 20 Januari 2022 setelah terjadi kekosongan kepemimpinan di daerah tersebut.
Pada Pilkada Langkat 2024, Syah Afandin berpasangan dengan Tiorita Br. Surbakti yang diusung Partai Golkar.
Pasangan itu meraih kemenangan dengan perolehan 216.918 suara atau sekitar 55,37 persen dari total suara sah, sehingga mengantarkan Syah Afandin menjadi Bupati Langkat untuk masa jabatan 2025–2030.
Hingga Jumat (3/7/2026), KPK masih memeriksa sejumlah pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Lembaga antirasuah itu menyatakan akan menyampaikan perkembangan perkara, termasuk penetapan status hukum para pihak yang terjaring OTT, setelah pemeriksaan awal selesai dilakukan.
