Sabtu, Oktober 3, 2026

Bukan karena Nasi Uduk, Polisi Ungkap Pemicu di Balik Bentrokan Maut di Menteng

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Polisi mengungkap fakta di balik bentrokan maut yang terjadi di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

Peristiwa yang menewaskan seorang pemuda berinisial K (23) itu dipastikan polisi bukan dipicu persoalan tidak membayar nasi uduk.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mengatakan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan insiden bermula saat dua pemuda melintas di depan lapak pedagang nasi uduk sambil menggeber mesin sepeda motor mereka.

Suara bising dari knalpot tersebut mengganggu aktivitas warga dan pedagang yang masih berjualan di sekitar lokasi.

Sejumlah warga kemudian menegur kedua pemuda tersebut.

“Bahwasannya ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan,” kata Reynold kepada wartawan, dikutip Senin (27/7/2026).

Baca Juga :  Polisi Naikkan Kasus Kebakaran Hotel di Melawai Tahap Penyidikan, Unsur Pidana Tunggu Hasil Labfor

Namun, teguran itu justru memicu ketegangan.

Kedua pemuda tersebut disebut tidak menerima diperingatkan dan memilih meninggalkan lokasi.

Tak lama berselang, mereka diduga kembali dengan membawa sekitar lima orang rekannya.

Kedatangan kelompok tersebut membuat situasi semakin memanas setelah mereka diduga merusak sejumlah lapak pedagang dan melakukan pemukulan terhadap warga.

“Ditegur tidak terima, dan dua orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah lima orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa lapak pedagang yang ada. Bahkan ada warga yang terpukul,” ujar Reynold.

Baca Juga :  Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Kericuhan kemudian meluas hingga kawasan Jalan Tambak, Menteng.

Warga yang merasa lingkungan mereka diserang melakukan perlawanan sehingga bentrokan antarkelompok tidak dapat dihindari.

Aksi saling lempar batu pun pecah sebelum aparat kepolisian datang untuk mengendalikan situasi dan mengevakuasi para korban.

Akibat bentrokan tersebut, dua orang dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Korban berinisial K (23) meninggal dunia akibat luka yang dideritanya, sementara korban lainnya berinisial DS hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Menurut Reynold, reaksi warga dipicu oleh rasa terganggu terhadap aksi kelompok pemuda yang dianggap meresahkan lingkungan.

“Warga spontan karena merasa bahwasanya terusik warga lingkungan sekitar, sehingga melakukan pelemparan yang mengakibatkan dua orang di lokasi ini harus dievakuasi dengan kepolisian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dengan inisial yang satu atas nama inisial K, dan yang satu DS,” tuturnya.

Baca Juga :  Tok! Hakim Nyatakan Penetapan Eddy Hiariej sebagai Tersangka Tidak Sah

Polisi juga mengungkap, berdasarkan penyelidikan sementara, bentrokan tidak berhenti di lokasi awal.

Kericuhan diduga berlanjut hingga ke sebuah lahan kosong yang diduga menjadi tempat berkumpul atau lokasi tinggal para pemuda yang sebelumnya terlibat dalam keributan.

Saat ini, Polres Metro Jakarta Pusat masih mendalami rangkaian peristiwa, termasuk memburu pihak-pihak yang terlibat untuk mengungkap secara utuh penyebab bentrokan yang berujung jatuhnya korban jiwa tersebut.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...