Sabtu, Oktober 17, 2026

Buntut Taman Dibeton Viral, Pemkot Jaksel Instruksikan Jajaran Rapat

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menginstruksikan jajarannya menggelar rapat untuk membahas tindak lanjut dan sanksi terhadap pihak restoran yang diduga membeton taman trotoar di Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru.

Persoalan tersebut sebelumnya viral di media sosial lantaran area taman diduga digunakan sebagai akses kendaraan.

Camat Kebayoran Baru Rachmat Mulyadi mengatakan, rapat tersebut digelar atas instruksi wali kota untuk menentukan langkah penanganan terhadap persoalan taman trotoar yang telah dibeton.

Baca Juga :  Angkat Pacul di Tengah Hujan, Wali Kota Jaktim Pimpin Aksi Bersih Eks TPS

“Pak Wali Kota menginstruksikan untuk dirapatkan di tingkat kota. Untuk waktu rapat, kami masih menunggu arahan Wali Kota,” ujar Rachmat saat dihubungi waratawan, Senin (24/8/2026).

Menurut Rachmat, pembahasan di tingkat kota diperlukan untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pemberian sanksi terhadap pihak yang diduga melakukan perubahan pada fungsi fasilitas trotoar tersebut.

Pemkot Jakarta Selatan sebelumnya telah menindaklanjuti laporan warga terkait keberadaan railing besi di depan restoran yang berada di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Taman Langsat Berubah jadi Tempat Mesum, Begini Fakta Sebenarnya

Rachmat mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya meminta railing besi yang sempat dipasang di depan restoran untuk segera diangkat.

“Setelah menerima laporan kami tindaklanjuti dengan mengangkat railing besi di depannya dan dibuatkan surat pernyataan dari yang bersangkutan untuk tidak mengulangi hal serupa,” kata Rachmat.

Diberitakan sebelumnya, taman di Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, viral di media sosial setelah diduga dicor dan dimanfaatkan sebagai area parkir mobil.

Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian dari Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Baca Juga :  Dewan Kota Gandeng Karang Taruna Jadi Agen Pelopor Genmasta

Viralnya taman jadi lahan parkir bermula dari unggahan seorang warga di Threads yang menyoroti perubahan area di depan sebuah kedai kopi di Jalan Gunawarman.

Dalam unggahannya, akun @Calvinbudianto mempertanyakan luas lahan parkir di lokasi tersebut yang dinilainya tidak wajar.

“Kemarin ketemu yang janggal di depan coffe shop Gunawarman, kok rasanya lahan parkir mereka lebih luas,” tulis Calvinbudianto, dikutip Senin (24/8/2026).

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...