Rabu, Oktober 14, 2026

“Kita Enggak Boleh Kalah dengan Premanisme”, Pramono Minta Kasus Pemukulan Satpol PP Ditegakkan

WIB

Aliansi.co, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta proses hukum terhadap pelaku pemukulan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tetap ditegakkan.

Pramono menegaskan, tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas tidak boleh dibiarkan, meskipun pihak manajemen proyek telah menyampaikan permohonan maaf.

“Tadi malam pun saya bilang bahwa kita nggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Karena mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Baca Juga :  Pramono Bongkar Bisnis Pembuangan Sampah Ilegal, Terungkap Bayaran Pengangkutan

Pramono mengungkapkan, perwakilan manajemen proyek telah mendatangi pihak Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.

Pihak manajemen juga meminta agar persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun, Pramono menegaskan permohonan maaf tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan proses hukum.

Menurutnya, tindakan pemukulan, pengejaran, hingga intimidasi terhadap petugas merupakan persoalan serius yang harus ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Permudah Pengurusan PBG, Sudin Citata Jaksel Gratiskan Retribusi Bangunan Rumah Tinggal

“Sampai sekarang karena itu sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi, saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan,” ujarnya.

Kericuhan antara anggota Satpol PP dan pekerja proyek viral di media sosial.

Dalam video memperlihatkan sejumlah pekerja proyek menyerang anggota Satpol PP saat melakukan penertiban PKL dan parkir liar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  PPSU Pejaten Timur Nikmati Layanan Gunting Rambut Gratis, Lurah: Biar Makin Ganteng

Peristiwa itu terjadi ketika petugas melakukan penertiban kendaraan yang parkir liar di atas trotoar, termasuk melalui operasi cabut pentil (OCP).

Dalam insiden tersebut, seorang anggota Satpol PP dilaporkan mengalami luka hingga harus mendapatkan enam jahitan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...