Sabtu, Juli 4, 2026

Tembok Rumah Mewah Timpa SMPN 182 Kalibata, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Polisi menyelidiki insiden ambruknya tembok pembatas rumah mewah setinggi sekitar lima meter yang menimpa area SMPN 182 Jakarta di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (15/2/2026).

Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dari pihak pemilik tembok.

“Terkait dengan ada unsur kesengajaan atau tidaknya, saat ini sedang proses penyelidikan ya,” ujar Mansur kepada wartawan di SMPN 182 Jakarta, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/2/2026).

Menurut dia, penyidik tengah mendalami berbagai keterangan, termasuk fakta bahwa pihak sekolah sebelumnya telah melayangkan surat pemberitahuan terkait kondisi tembok yang dinilai membahayakan.

Baca Juga :  Viral Tumpukan Sampah di Kramat Jati, Perumda Pasar Jaya Minta Maaf dan Percepat Pengangkutan

Bersurat ke Pemilik Rumah

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 182 Jakarta, Narwan, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mengirim surat kepada pemilik bangunan rumah mewah yang berbatasan langsung dengan sekolah tersebut pada 24 Desember 2025.

Surat itu berisi pemberitahuan bahwa tembok pembatas setinggi sekitar tiga meter dalam kondisi miring dan rawan ambruk.

Surat tersebut juga ditembuskan ke pihak kelurahan setempat.

“Sebelumnya sekolah sudah bersurat agar menjadi perhatian temboknya untuk dibetulkan atau gimana caranya biar tidak menimbulkan masalah,” kata Narwan di lokasi.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Pagi hingga Malam Hujan Ringan

Tembok yang ambruk itu diketahui menjadi pembatas antara area sekolah dan sebuah rumah mewah yang pembangunannya mangkrak.

Rumah dua lantai bergaya klasik dengan tiang-tiang pilar tinggi tersebut tampak kosong saat kejadian.

Bangunan bercat putih itu terlihat kontras dengan deretan rumah lain di sepanjang Jalan Kalibata Timur I, Pancoran, Jakarta Selatan.

Pilar tinggi tampak berdiri di bagian depan dan samping bangunan, namun proyek rumah tersebut belum rampung dan tidak berpenghuni.

Narwan mengatakan, setelah menerima surat dari sekolah, pemilik rumah sempat menindaklanjuti dengan mengirim tenaga ahli untuk mengecek kondisi struktur tembok.

Baca Juga :  Dari Kantor Alih Fungsi jadi Penginapan, Izin Hotel F2 Melawai Tidak Terdata di PTSP Jaksel

“Kalau dari pihak yang punya (tembok) sudah mengirimkan ahlinya ya untuk mengecek struktur bangunan itu. Eksekusinya yang belum,” ujar Narwan.

Namun hingga tembok tersebut roboh, perbaikan yang diminta pihak sekolah tidak kunjung dilakukan.

Akibat kejadian itu, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan.

Meski demikian, Narwan menyebut telah ada kesepakatan antara pihak sekolah dan pemilik tembok terkait tanggung jawab kerugian.

“Pihak sekolah dirugikan dan kemarin sudah terjadi kesepakatan. Pihak yang punya pagar itu sanggup untuk mengganti kerusakan yang ada, sambil saya menginventaris barang-barang apa yang menjadi korbannya,” ungkap dia.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...