Rabu, September 30, 2026

Kemenag Kirim 21 Perusahaan Katering Siapkan Makanan Jemaah Haji di Madinah

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Kementerian Agama (Kemenag) mengirim 21 perusaahan dapur katering untuk menangani makanan jemaah haji di Madinah.

Selama berada di Madinah, jemaah haji Indonesia disediakan makan tiga kali dalam sehari dengan cita rasa khas Indonesia.

“Alhamdulillah, selama empat hari operasional haji gelombang pertama di Madinah, semuanya berjalan lancar, tidak ada komplain dan pendistribusiannya tepat waktu. Yang jelas, cita rasa Indonesia,” ujar Kepala Seksi Layanan Konsumsi Daker Madinah, Suviyanto dalam keterangan tertulisnya dikutip, Minggu (28/5/2023).

Baca Juga :  Hanya Ferdy Sambo yang Disebut, Rieke "Oneng" Minta Ditjenpas Buka Data Warga Binaan Lapas Cibinong

Menurutnya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini menyiapkan 5,7 juta box makanan untuk jemaah haji Indonesia selama di Madinah.

Untuk gelombang pertama, ada 2,6 juta box, dengan perhitungan 98.000 jemaah dikali 9 hari dikali 3 kali makan.

Sedangkan gelombang kedua, jumlah makanan yang disediakan mencapai 2,8 juta box karena jumlah jemaah mencapai 114.000 orang.

“Jika ditotal, kebutuhan konsumsi jemaah haji di Madinah mencapai 5,7 juta box,” sebut Suviyanto.

Ia menyebut, untuk menjaga agar makanan yang disajikan bercitarasa Indonesia, bumbu yang digunakan dibawa langsung dari Indonesia.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1444 H Jatuh pada 29 Juni 2023

Misalnya, kayu manis, gula, garam, minyak, kecap, lada, serai, dan bumbu lainnya. Juru masak juga berasal dari Indonesia.

Menu makanan dengan cita rasa khas Indonesia ini diharapkan lebih mudah diterima oleh jemaah haji, termasuk jemaah lansia.

Sebab, rasanya seperti masakan Indonesia dan mudah dikonsumsi.

“Kami sudah siapkan chef yang sangat baik untuk mencicipi masakan sebelum didistribusikan ke jemaah. Jadi, chef ini akan keliling dapur untuk merasakan bumbu dan rasa masakan sebelum didistribusikan,” terangnya.

Baca Juga :  Terjaring OTT KPK, Pj Wali Kota Pekanbaru Ternyata Pegang Jabatan Ini di Kemendagri

Tahun ini, sambung Suviyanto, pihaknya akan berusaha memanjakan lidah jemaah haji Indonesia.

Sebab menu yang dipilih merupakan makanan nusantara yang sudah akrab dengan lidah orang Indonesia.

Beberapa menu tersebut antara lain: nasi kuning, nasi uduk, oreg tempe, ayam woku, tumis jamur, dan lainnya. Untuk menjaga cita rasa dan kandungan gizi di dalamnya, di setiap dapur terdapat satu chef Indonesia.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...