Sabtu, Oktober 17, 2026

Tolak Main Mata, Wasit Liga Indonesia Jalani Seleksi Ketat dan Disumpah

WIB

Aliansi.co, Jakarta- PSSI menggandeng Japan Football Association (JFA) dalam menyeleksi wasit Liga Indonesia 2023-2024.

Wasit yang terpilih dan lulus seleksi juga menjalani sumpah agar tidak bermain mata saat jadi pengadil di lapangan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan wasit liga yang terpilih dari hasil seleksi harus menjaga integritas dan menolak intervensi.

Menurut Erick, di tengah upaya PSSI menciptakan pertandingan sepakbola yang bersih, bebas mafia wasit, dan anti match fixing, para pengadil harus menjadi bagian penting dari ekosistem ini.

Baca Juga :  Piala Dunia U-17, Indonesia-Ekuador Berakhir Imbang 1-1

“Kita sudah mendapatkan wasit-wasit hasil seleksi ketat yang melibatkan pengawas dari JFA, ” kata Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/6/2023).

Erick Thohir menegaskan 18 wasit di Liga 1 dan 24 wasit di Liga 2 yang dinyatakan lolos harus menjaga amanah demi mewujudkan sepak bola yang bersih.

“Siap menjalani sumpah, dan berkomitmen penuh agar sepakbola kita dihargai,” ujar Erick.

Baca Juga :  Atlet Indonesia Sabet Medali Emas di Olimpiade Paris, Jokowi: Pasti Ada Bonus

Dengan terseleksinya wasit-wasit terbaik, kata dia, secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan karena penugasan selama satu musim kompetisi juga akan bertambah.

Kini dengan wasit yang lebih selektif, selama kompetisi seorang wasit Liga 1 akan memimpin pertandingan sebanyak 17 kali, sementara wasit Liga 2 akan meniup peluit untuk 15 pertandingan.

“Dengan sering meniup peluit maka pendapatan akan bertambah dan otomatis kesejahteraan naik sehingga akan sulit diintervensi, ” katanya.

Baca Juga :  Viral Kiper Argentina Martinez Bawa Bantal Bekas Hotel Pulang Kampung

Erick mengaku saat ini wasit Liga telah mendapatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan demi jaminan kesehatan dan rasa aman saat bertugas.

“Wasit akan kita jaga dan diperhatikan karena ini penting untuk mengurangi polemik yang terjadi di masa lalu,” katanya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...