Selasa, Oktober 6, 2026

Harga Minyak Mentah Turun, Emiten Migas Ramai-ramai Diversifikasi Bisnis

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Harga minyak mentah dunia berada di level US$ 73,18 per barel.

Posisi ini lebih rendah dibandingkan harga minyak mentah dunia di awal tahun 2023, yang masih di posisi US$ 80,11 per barel.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti mengatakan harga minyak mentah dunia yang masih bertahan di level rendah tentunya akan berdampak terhadap average selling price (ASP) bagi emiten sektor migas terutama yang memiliki porsi ekspor besar.

Baca Juga :  Jokowi Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2024: Tetep Eling Lan Waspada

“Pengaruhnya akan banyak ke sisi top line dan tentu pengaruh ke bottom line,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/3).

Desy melihat, prospek emiten-emiten yang bergerak di sektor migas sudah mulai turun mengingat emiten minyak sudah mulai menurunkan produksinya setelah melihat unfavorable policy dari pemerintah yang lebih menekankan terhadap pemanfaatan renewable energy.

Sehingga, emiten migas saat ini banyak yang melakukan diversifikasi bisnis.

Baca Juga :  Pelunasan Biaya Haji 1444 H Tembus 96 Persen, 6.943 Jemaah Masih Tunda Bayar

Dari sisi permintaan pun sudah banyak yang mulai akan beralih ke pemanfaatan energi terbarukan terutama pada proyek-proyek yang akan dibangun.

Meski demikian, Desy mengatakan, energi terbarukan yang masih mahal sebab kuantitas dan kompetisinya yang masih belum tinggi, menyebabkan energi minyak bumi masih akan terserap secara jangka pendek dan menengah.

Senada Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan penurunan harga minyak memang bisa menurunkan rata-rata harga jual emiten migas.

Baca Juga :  Kabar Baik! THR PNS, TNI-Polri Tidak Dipotong Lagi, Sri Mulyani: Bapak Presiden Menetapkan 100 Persen

Namun emiten juga memiliki berbagai diversifikasi sumber revenue sehingga dampaknya bisa relatif terbatas.

Cheril mengatakan, kinerja emiten yang bergerak di minyak bumi masih berpotensi positif seiring meredanya kasus Covid-19 di dunia dan meningkatnya permintaan minyak dunia sehingga menjadi penopang hasil pendapatan yang baik dari emiten migas.

 

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...