Selasa, Mei 19, 2026

Harga Minyak Mentah Turun, Emiten Migas Ramai-ramai Diversifikasi Bisnis

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Harga minyak mentah dunia berada di level US$ 73,18 per barel.

Posisi ini lebih rendah dibandingkan harga minyak mentah dunia di awal tahun 2023, yang masih di posisi US$ 80,11 per barel.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti mengatakan harga minyak mentah dunia yang masih bertahan di level rendah tentunya akan berdampak terhadap average selling price (ASP) bagi emiten sektor migas terutama yang memiliki porsi ekspor besar.

Baca Juga :  Disaksikan Prabowo, Investor Qatar Teken MoU Bangun 1 Juta Unit Rumah di Istana Negara

“Pengaruhnya akan banyak ke sisi top line dan tentu pengaruh ke bottom line,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/3).

Desy melihat, prospek emiten-emiten yang bergerak di sektor migas sudah mulai turun mengingat emiten minyak sudah mulai menurunkan produksinya setelah melihat unfavorable policy dari pemerintah yang lebih menekankan terhadap pemanfaatan renewable energy.

Sehingga, emiten migas saat ini banyak yang melakukan diversifikasi bisnis.

Baca Juga :  Kunjungi Pasar Dukuh Kupang, Jokowi Sebut Harga Telur Terlalu Rendah

Dari sisi permintaan pun sudah banyak yang mulai akan beralih ke pemanfaatan energi terbarukan terutama pada proyek-proyek yang akan dibangun.

Meski demikian, Desy mengatakan, energi terbarukan yang masih mahal sebab kuantitas dan kompetisinya yang masih belum tinggi, menyebabkan energi minyak bumi masih akan terserap secara jangka pendek dan menengah.

Senada Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan penurunan harga minyak memang bisa menurunkan rata-rata harga jual emiten migas.

Baca Juga :  Peringati Harpelnas 2023, Kepala Cabang Alfamidi Terjun Layani Pelanggan

Namun emiten juga memiliki berbagai diversifikasi sumber revenue sehingga dampaknya bisa relatif terbatas.

Cheril mengatakan, kinerja emiten yang bergerak di minyak bumi masih berpotensi positif seiring meredanya kasus Covid-19 di dunia dan meningkatnya permintaan minyak dunia sehingga menjadi penopang hasil pendapatan yang baik dari emiten migas.

 

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...