Sabtu, Oktober 3, 2026

OTT KPK di Labuhanbatu Diduga Terkait Pengadaan Barang Dinas Kesehatan

WIB

Aliansi.co, Jakarta-Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Namawi Pomolango angkat bicara soal operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat pemerintah daerah di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis (11/1/2024).

Ia menduga OTT tim antiarasuah terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.

“Sementara sih soal pengadaan barang jasa (PBJ) juga. Seperti biasa saja seperti itu,” kata Nawawi saat ditemui awak media di Gedung KPK lama, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2024).

Namun, Nawawi enggan membeberkan lebih lanjut mengenai operasi senyap tersebut.

Baca Juga :  Jokowi Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Ramadan, Masuk Pukul 08.00 dan Istirahat 30 Menit, Kecuali Jumat

Ia meminta publik menunggu hasil pendalaman lebih lanjut para tim penyelidik dan penyidik.

“Belum tau pasti PBJ mengenai apa itu. Cuma salah satunya yang itu juga ada bupatinya,” tutur Nawawi.

Beredar informasi, OTT Bupati Labuhanbatu diduga terkait pengadaan barang dan jasa dinas kesehatan Labuhanbatu.

Dugaan itu menguat dengan beredarnya foto yang memperlihatkan ruangan milik Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu turut disegel KPK.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis (11/1/2024).

Baca Juga :  Buntut Geruduk Polrestabes Medan, Mayor Dedi Dijebloskan ke Tahanan Militer Puspom TNI

Selain Bupati Labuhanbatu Erik Atrada Ritonga, tim KPK juga menangkap sejumlah orang, yakni seorang kepala dinas, anggota DPRD hingga pihak swasta.

“Kami telah mengamankan dari unsur pemerintah ada bupati, kepala dinas, dan anggota DPRD. Sementara dari swasta ada beberapa rekanan,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dihubungi wartawan, Kamis (11/1/2024).

“Namun semua pihak tersebut masih dalam proses pemeriksaan untuk menentukan siapa tersangka dan siapa yang hanya sebagai saksi,” tambah Ghufron.

Baca Juga :  Jokowi-Paus Fransiskus Serukan Toleransi dan Perdamaian

Total ada 10 orang lebih yang terjaring OTT KPK di wilayah Labuhanbatu.

Para terduga pelaku ini dijadwalkan tiba di gedung Merah Putih KPK pada Jumat (12/1/2024) pagi.

Kabarnya ada uang ratusan juta rupiah yang disita dari OTT Bupati Labuhanbatu.

Tim KPK juga menyita pecahan mata uang asing.

“Turut pula diamankan sejumlah uang sebagai barang bukti dan saat ini para pihak yang ditangkap masih dilakukan pemeriksaan oleh tim KPK,” katanya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...