Sabtu, Oktober 3, 2026

Berawal dari Ormas, Begini Perjalanan Politik Bupati Bekasi Ade Kuswara yang Terjaring OTT KPK

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Perjalanan politik Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang berujung pada penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ade Kuswara terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama sembilan orang lainnya pada Jumat (19/12/2025).

Kepastian penangkapan tersebut dibenarkan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Ia menyatakan salah satu pihak yang diamankan merupakan kepala daerah aktif.

“Benar, salah satunya (Bupati Bekasi),” ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025).

Ade Kuswara diamankan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Hingga saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang ditangkap untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi.

Penangkapan ini menambah catatan kelam kepemimpinan di Kabupaten Bekasi.

Sebelumnya, KPK juga pernah menangkap Neneng Hasanah Yasin, bupati perempuan pertama di wilayah tersebut, dalam kasus korupsi.

Baca Juga :  Bupati Pekalongan Buka Suara Kena OTT KPK: Demi Allah, Tidak Ada Serupiah Pun Diamankan

Ade Kuswara Kunang dikenal sebagai Bupati Bekasi termuda hasil Pilkada 2024.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu terpilih bersama wakilnya, Asep Surya Atmaja.

Lahir di Kabupaten Bekasi pada 15 Agustus 1993, Ade merupakan putra H. M. Kunang, Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, yang dikenal sebagai pendiri organisasi masyarakat Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan.

Sebelum menjabat sebagai bupati, Ade Kuswara aktif di organisasi kemasyarakatan dan dunia politik.

Ia memulai karier legislatif sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi pada 2019 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.

Ade juga tercatat sebagai lulusan President University.

Baca Juga :  Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2026 Jatuh Sabtu 21 Maret

Di tengah kasus hukum yang menjeratnya, harta kekayaan Ade Kuswara turut menjadi sorotan publik.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses dari laman resmi elhkpn, total kekayaan Ade Kuswara saat awal menjabat sebagai Bupati Bekasi mencapai Rp79,168 miliar.

Mayoritas harta kekayaan tersebut berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan.

Dalam laporan LHKPN, Ade Kuswara tercatat memiliki 31 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten dan Kota Bekasi dengan total nilai mencapai Rp76,5 miliar.

Aset ini menjadi komponen terbesar dari total kekayaannya.

Salah satu aset bernilai paling tinggi tercatat berupa tanah dan bangunan seluas 3.240 meter persegi yang berada di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi dengan nilai mencapai Rp9,720 miliar.

Baca Juga :  Jokowi Minta Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Dikaji Ulang

Selain properti, Ade Kuswara juga melaporkan kepemilikan tiga unit kendaraan dengan total nilai Rp2,45 miliar.

Kendaraan tersebut meliputi Mitsubishi Pajero Sport senilai Rp400 juta, Jeep Wrangler yang diperoleh dari warisan senilai Rp650 juta, serta mobil Ford Mustang dengan nilai mencapai Rp1,4 miliar.

Dalam laporan yang disampaikan pada 21 Mei 2025 itu, Ade Kuswara juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp43,092 juta serta kas dan setara kas senilai Rp147,959 juta.

Ia tercatat tidak memiliki utang maupun surat berharga.

KPK menyatakan akan menyampaikan perkembangan lanjutan terkait OTT tersebut, termasuk konstruksi perkara dan penetapan status hukum para pihak yang terlibat, setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...