Sabtu, Juli 4, 2026

Dirujak Netizen, Pelapor Anak Kecil Pengkritik Wali Kota Jambi Tiarap dari Medsos, Ini Profil dan Jabatannya

WIB

Jabatan Aneh 

Akun Twitter @PartaiSocmed juga mengungkap rangkap jabatan Muhammad Gempa Awaljon Putra.

Disebutkan, rangkapan jabatan Gempa Awaljon adalah sebagai Kabag Hukum Pemkot Jambi, Jaksa aktif, dan dosen.

“Kita tunggu sampai hari ini apakah Walkot Jambi Syarif Fasha akan memerintahkan Kabag Hukum Pemkot Jambi yg merangkap sebagai Jaksa Aktif dan dosen itu utk mencabut laporannya kepada anak SMP Syarifah Fafiyah Alkaff di kepolisian,” tulis @PartaiSocmed.

Baca Juga :  Ditawari Belanja Online, Siswa SMP di Jaksel Dicabuli Pejabat, Keluarga Lapor Polisi

Unggahan tersebut dibanjiri komentar kritikan kepada Gempa Awaljon.

Netizen menyebut rangkap jabatan Gempa Awaljon jabatan teraneh sedunia.

“Ini rangkap jabatan teraneh di dunia, eksekutif dan yudikatif.. kok bisa rusak begini negara ini. @mohmahfudmd,” ujar akun @isoskdkfofkalak.

“Aneh, jaksa aktif kok bisa jadi bawahan eksekutif. Rusak tata negaranya. Segera dikulitin lah tum…. Mosok pajak untuk bayar orang kaya gini,’ timpal akun @andemha67.

Konfers soal Laporan Polisi

Gempa Awaljon mengaku tidak mengetahui bahwa pemilik akun TikTok yang dilaporkan ke polisi adalah seorang siswi yang masih duduk di bangku SMP.

Baca Juga :  Geger Rasman Tewas Mengenaskan dengan Leher Tergorok di Mobil, Netizen: Innalillahi

Dia mengklaim baru mengetahui setelah penyidik Polda Jambi melakukan penyidikan.

“Berdasarkan penyidikan Polda Jambi, ternyata yang bersangkutan masih SMP. Itu di luar dugaan kita,” kata Gempa Awljon dalam konferensi pers mewakili Pemkot Jambi, pada Senin (5/6/2023).

Gempa berdalih tidak bermaksud melaporkan siswi SMP berinisial SAF itu.

Gempa berdalih yang dilaporkan Pemkot Jambi adalah akun TikToknya.

Baca Juga :  Momen Dedi Mulyadi Minta Jembatan di Sukabumi Dibongkar gegara Salah Konstruksi

“Yang kita laporkan bukan secara pribadi, tapi akun TikTok-nya,” kilah Gempa.

Dia juga menampik bahwa pelaporan dilakukan karena SAF mengkritik Pemkot Jambi dan Wali Kota Jambi.

Yang dipermasalahkan adalah kata-kata yang diucapkan SAF dalam unggahannya.

“Syarifah menyebutkan Walikota itu adalah kerajaan Fir’aun dan pegawainya iblis semua. Kata-kata itulah yang kita laporkan,” kata Gempa. (rbn)

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...