Minggu, Juli 5, 2026

Emplasemen Sampah di TPU Tanah Kusir Akhirnya Ditutup, Sudah Beroperasi Sejak 2014

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta akhirnya menutup emplasemen sampah atau tempat penampungan sementara di TPU Tanah Kusir, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026).

Emplasemen ditutup permanen setelah truk DLH viral di media sosial karena diduga membuang sampah ke Kali Pesanggrahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, fasilitas tersebut sejatinya telah beroperasi sejak 2014 dan menjadi salah satu emplasemen pertama yang digunakan di wilayah DKI Jakarta.

“Jadi, fungsi dari emplasemen ini sebenarnya adalah sebagai tempat penampungan sementara untuk sampah-sampah yang berasal dari sungai dan badan air, bukan sampah rumah tangga dari warga. Seperti halnya TPS di darat, tidak didiamkan berlarut-larut, sehari sudah kita angkut sampahnya,” kata Asep kepada wartawan, Jumat.

Baca Juga :  1.016 Warga Korban Kebakaran Manggarai Direlokasi ke Rusun Pasar Rumput

Asep menegaskan, selama beroperasi, emplasemen tidak pernah menjadi tempat pembuangan akhir.

Sampah yang dikumpulkan selalu diangkut dalam waktu singkat sehingga tidak kembali mencemari aliran sungai.

Selain itu, di sekitar lokasi juga terdapat sekatan sampah yang dijaga oleh petugas secara rutin untuk mencegah sampah terbawa arus.

“Selama ini kami pastikan tidak ada sampah yang kembali terbuang ke sungai atau kali karena sudah ada sekatan dan pengawasan petugas,” ujarnya.

Penutupan emplasemen ini, lanjut Asep, merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan, meskipun operasionalnya selama ini telah berjalan sesuai prosedur.

Baca Juga :  Enam Anggota DPRD DKI Hasil PAW Resmi Dilantik, Begini Sumpah dan Janjinya

Ke depan, DLH akan melakukan evaluasi terhadap emplasemen serupa yang berada di pinggir sungai dan menutupnya secara bertahap.

“Ke depannya, kami akan mengevaluasi keberadaan emplasemen lain yang berada di pinggir sungai dan akan menutupnya secara bertahap,” kata Asep

“Sebagai solusi alternatif, kami akan melakukan pemagaran di sekitar lokasi atau menyediakan kontainer sampah jika areanya cukup luas. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan teman-teman UPK Badan Air dalam menangani sampah di sungai, kali, maupun waduk,” lanjutnya.

Sebagai pengganti, pembuangan sampah dari lokasi TPU Tanah Kusir akan dialihkan ke saringan sampah di kawasan TB Simatupang yang dinilai lebih representatif serta memungkinkan dilakukan pengolahan secara langsung.

Baca Juga :  Wali Kota Apresiasi Kinerja Jurnalis, Ketua WJS Terpilih Resmi Diumumkan

“Dengan ditutupnya lokasi ini, maka pembuangan sampah akan dialihkan ke wilayah saringan sampah TB Simatupang yang lokasinya lebih representatif dan memungkinkan untuk pengolahan langsung,” ucapnya.

Asep juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas masukan yang diberikan terkait keberadaan emplasemen tersebut.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang telah memberikan masukan. Hal ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk dapat terus meningkatkan tata kelola persampahan yang ada di Jakarta,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...