Sabtu, Oktober 3, 2026

Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Tembus 100 Besar Dunia

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Ketua Umum PSSI Erick Thohir mendorong tim nasioanl Indonesia menjalani berbagai program yang telah disiapkan.

Erick mengatakan program penguatan yang disiapkan agar Indonesia tembus 100 besar ranking dunia, hingga masuk ke putaran final kompetisi bergengsi dunia.

“Membangun timnas itu tidak bisa dilakukan dalam dua bulan maupun dua tahun, itu harus dilakukan dengan pembinaan yang setara,” ujar Erick dalam siaran persnya yang diterima, Kamis (25/5/2023).

Erick mengungkap langkah-langkah sistematis yang tengah disiapkannya bersama tim di PSSI.

Baca Juga :  Lambang dan Mascot Piala Dunia U-17 2023 Resmi Diluncurkan FIFA, Inspirasi Gambaran Indonesia

Pertama, mengundang tim-tim besar dan terkuat di dunia. Salah satu yang terdekat adalah dengan Argentina.

Dia mengaku telah melakukan pembicaraan tahap awal dengan negara-negara seperti Maroko, Brasil, Portugal hingga Rusia.

“Namun, kita hanya bisa mengundang satu negara dengan tim terkuat satu kali setiap tahun. Jadi harus ada pertandingan di mana kita dapat ranking. Dan ada juga pertandingan untuk menunjukkan bahwa sepakbola kita dipercaya dunia,” katanya.

Langkah berikutnya, memperbaiki ranking timnas dengan memperbanyak FIFA Match Day dengan tim-tim dunia yang memungkinkan bagi Indonesia untuk meraih poin.

Baca Juga :  Bertemu Langsung Ketua PSSI, Kapolri Bongkar Temuan Satgas Anti Mafia Bola

Salah satu yang terdekat adalah dengan Palestina.

“Pada FIFA Matchday bulan Juni 2023 ini kita membuat gebrakan, kita lawan Palestina yang sekarang sudah ada di ranking 94 dunia. Rankingnya masih lebih baik dari Indonesia yang ada di posisi 149. Ini kita siapkan,” ujarnya.

Langkah selanjutnya mempersiapkan timnas Indonesia yang kuat, adalah melanjutkan arahan Presiden Joko Widodo untuk membangun tim dengan memperkuat pemain – pemain muda.

Baca Juga :  Bukti Nyata Perjuangan Atlet Berprestasi, Anthony Ginting dan Kawan-kawan Diangkat jadi PNS

Tim muda yang saat ini ada pada usia 20, 22, dan 23 tahun, nanti pada saat Piala Dunia Tahun 2026 sudah berusai 22 – 25 tahun.

Lalu pada 2031 sudah di usia 25-28 tahun.

Salah satu langkah yang sudah dilakukan saat ini adalah dengan menyelesaikan proses naturalisasi pemain-pemain berbakat berdarah Indonesia.

“Ini mimpi kita tidak menginjak tanah. Mimpi ini harus dijalankan secara serius. Dimulai dengan mempersiapkan babak penyisihanan mulai Oktober-November 2023, lalu ada Asia Cup,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...