Tangerang Selatan — Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan Syamsul Hariyanto, gerak cepat (gercep) menanggapi keluhan warga RW 08, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, terkait kerusakan saluran air dan potensi banjir.
Usai menerima laporan warga, Syamsul turun langsung meninjau infrastruktur gorong-gorong yang rusak akibat derasnya aliran air dari tandon Maruga.
Peninjauan langsung dilakukan sebagai komitmennya dalam menuntaskan permasalahan banjir saat melakukan rapat konsolidasi bersama warga RW 08 beberapa hari sebelumnya.
Didampingi warga dan pengurus lingkungan RW 08, Syamsul turun langsung meninjau lokasi yang terdampak.
Syamsul tak ragu menysuri area yang dipenuhi semak bambu dan semak belukar hanya demi melihat langsung titik-titik gorong-gorong yang dikeluhkan warga.
Meski jalur sulit ditempuh, politisi PDI Perjuangan ini tampak fokus dan tak peduli kotor demi memastikan kondisi di lapangan.
“Setelah saya lihat langsung, memang kondisi saluran dan jalan di sini rusak karena air dari tandon mengalir sangat deras dan gorong-gorong tidak mampu menampung debit air. Ini harus segera ditindaklanjuti,” kata Syamsul, dikutip Kamis (17/7/2025).
Syamsul menyatakan, hasil tinjauan tersebut segera disampaikannya kepada instansi teknis di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel.
“Secepatnya akan kita tindak lanjuti ke instansi terkait agar secepatnya diperbaiki. Kita tidak ingin masalah ini berlarut-larut,” tambahnya.
Warga Apresiasi Komitmen Syamsul Hariyanto
Ketua RW 08, Raden Marudut Sinaga, mengapresiasi langkah cepat legislator PDI Perjuangan tersebut.
Ia menilai kehadiran Syamsul sebagai bentuk komitmen nyata terhadap aspirasi masyarakat.
“Kami senang Pak Syamsul menepati janjinya datang melihat langsung. Sekarang kami tinggal menunggu tindakan nyata dari pemerintah,” ujar Raden.
Menurut Raden, persoalan ini bukan baru terjadi.
Ia menjelaskan, luapan air dari tandon Maruga yang mengalir sangat deras ke gorong-gorong utama, pada akhirnya terbagi ke dua saluran kecil di ujung kompleks.
Hal ini menyebabkan penyumbatan aliran dan air balik arah ke pemukiman.
“Air yang keluar dari tandon mengalir sangat deras melalui gorong-gorong utama, tetapi di ujung komplek, aliran itu dibagi ke dua gorong-gorong kecil. Akibatnya air tertahan dan berbalik arah,” jelasnya.
Akibat aliran balik tersebut, kata Raden, terjadi erosi tanah di sekitar gorong-gorong, merusak badan jalan, serta menyebabkan pagar rumah warga miring karena pergeseran tanah.
“Tanah di sekitar gorong-gorong terus tergerus. Jalan jadi pecah-pecah dan pagar rumah warga ikut terdampak. Ini sudah berlangsung cukup lama,” tambahnya. AS
