Sabtu, Oktober 3, 2026

Kala Anies dan Partai Pendukung Gelisah soal Cawe-cawe Jokowi di Pilpres 2024

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Capres Anies Baswedan mengaku banyak menerima suara aspirasi dan ungkapan kekhawatiran pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang.

Mulai adanya penjegalan hingga calon-calon presiden yang nantinya mendapat perlakuan tidak adil, siang dan malam disuarakan oleh masyarakat dan partai koalisi pendukungnya.

Kegelisahan itu muncul usai Presiden Joko Widodo menyatakan akan cawe-cawe di Pilpres demi kepentingan bangsa dan negara.

“Merespon pemberitaan presiden mengambil sikap untuk bersikap tidak netral dan akan cewe-cewe, semenjak malam hingga tadi siang kami banyak sekali menerima ungkapan, aspirasi, kekhawatiran,” ujar Anies di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin (30/5/2023) malam.

Baca Juga :  Pejabat Baru Kabinet Indonesia Maju, Mentan dan KSAD Disumpah Jokowi di Istana Negara

Menurutnya, dari aspirasi yang diterimanya tersebut, di antaranya kekhawatiran tentang adanya penjegalan, kriminalisasi, tidak netralnya penyelenggaraan pemilu, hingga calon legislatig (caleg) yang mungkin mendapat perlakuan tidak adil.

Selain itu, kekhawatiran partai-partai dan para calon presiden yang mendapat perlakuan tidak fair hingga potensi terjadinya kecurangan.

“Semua itu dikhawatirkan muncul akibat adanya pernyataan bahwa tidak netral dan cawe-cawe. Nah kami berharap kekhawatiran-kekhawatiran yang tadi diungkapkan itu tidak benar, itu adalah kekhawatiran saja,” tuturnya.

Baca Juga :  Dua Pensiunan Jenderal Didapuk jadi Dewan Penasihat Timnas AMIN

Anies pun berharap, dalam kenyataannya Pemilu 2024 dan Pilpres tetap berjalan pada koridornya.

Dia mengatakan, setiap partai maupun caleg memiliki hak yang sama untuk mencalonkan, dan mendapatkan perlakuan yang sama dalam berkampanye.

“Begitu juga dengan setiap capres memiliki hak yang sama. Penyelenggara juga melakukan ini dengan fair dengan baik dan netral,” katanya.

Baca Juga :  Adu Balap dengan Kereta Whoosh, Wanita Cantik Pengemudi BMW Dicari Polisi

“Jadi, kami berharap kekhawatiran itu tidak benar dan justru yang terjadi adalah pelaksanaan yang baik, sesuai dengan prinsip demokrasi, jujur, adil,” katanya.

“Dan kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mari sama-sama kita menyambut pesta demokrasi ini sebagai bagian dari memastikan bahwa masa depan bangsa kita setahap demi setahap terus makin baik,” sambungnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...