Sabtu, Oktober 3, 2026

KPK OTT Pejabat Bea Cukai dan Pajak, Purbaya: Kemarin Sudah Saya Obrak-abrik

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta dan Banjarmasin.

Purbaya menegaskan, sebelum OTT KPK, dirinya juga telah melakukan pembenahan internal di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Hal itu disampaikan Purbaya merespons OTT KPK yang menyasar pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta dan Banjarmasin.

Baca Juga :  KPK Sita Rp 26,1 Miliar Hasil Korupsi Bupati Meranti, Sebagian Buat Nyawer Tim BPK Riau

“Kemarin kan Bea Cukai sudah saya obrak-abrik. Kan yang dapat yang di pinggir kan, sudah terdeteksi memang sebelum-sebelumnya. Memang ada sesuatu yang aneh di situ,” ujar Purbaya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Kamis (5/2/2026).

Menurut Purbaya, OTT yang dilakukan KPK terhadap anak buahnya bukanlah sesuatu yang perlu disikapi secara berlebihan.

Ia justru memandang langkah tersebut sebagai momentum positif untuk mempercepat perbaikan dan pembersihan internal di sektor Pajak dan Bea Cukai.

Baca Juga :  Pemerintah Kucurkan Rp268 Miliar untuk Penanganan Bencana, Mendagri Tito: Semua Sudah Diterima Daerah

“Kenapa terpukul? Kan itu justru merupakan titik masuk untuk memperbaiki Pajak dan Bea Cukai sekaligus,” kata dia.

Purbaya menambahkan, Kementerian Keuangan akan tetap memberikan pendampingan kepada pegawai yang terseret kasus hukum.

Namun, ia menegaskan pendampingan tersebut tidak dimaksudkan untuk mencampuri proses hukum yang sedang berjalan.

“Pendampingan itu bukan untuk intervensi. Proses hukum tetap berjalan dan kami hormati sepenuhnya,” ucapnya.

Sementara itu, KPK mengonfirmasi telah melaksanakan dua operasi tangkap tangan pada Rabu (4/2/2026). OTT pertama dilakukan di Banjarmasin, sementara OTT kedua berlangsung di Jakarta dan melibatkan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Baca Juga :  OTT BPN Bogor, KPK Temukan Uang Ratusan Miliar dalam Kardus dan Koper

“Jadi, hari ini ada dua OTT. Satu, Banjarmasin. Kedua, Bea Cukai Jakarta,” ungkap Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Fitroh menjelaskan, dua OTT tersebut merupakan perkara yang berbeda dan tidak saling berkaitan.

“Beda kasus,” kata Fitroh.

Hingga kini, KPK masih mendalami kedua perkara tersebut dan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut sesuai dengan hasil penyidikan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...