Firmanuddin menyebut akses dapat digunakan ketika yayasan menggelar perayaan atau peringatan keagamaan maupun kegiatan sekolah yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat sekitar.
“Dalam setahun itu, kalau lagi acara perayaan atau peringatan keagamaan, itu saja yang dipakai. Atau kegiatan sekolah untuk kepentingan masyarakat di situ,” ujarnya.
Di luar agenda tersebut, akses akan kembali ditutup dan pagar dikunci untuk menjaga keamanan serta memastikan fungsi kawasan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Tapi kalau untuk yang lain, tidak bisa. Itu akan dikunci, digembok. Di tempat posisi tertentu saja,” tegasnya.
Firmanuddin memastikan rencana penyesuaian akses tersebut telah dibahas bersama pihak MRT Jakarta dan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Kesepakatan itu diharapkan dapat memberikan solusi bagi kebutuhan jamaah tanpa mengganggu fungsi fasilitas publik dan keamanan di sekitar Stasiun MRT Haji Nawi.
“Ini semua sudah kita komunikasi dengan pihak MRT, alhamdulillah tidak ada masalah dan kita pastikan semua berjalan dengan baik,” tandasnya. RT
