Selasa, September 1, 2026

Prabowo di Muktamar NU: Kita Akan Angkat Jutaan Rakyat Keluar dari Kemiskinan

WIB

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat menghemat anggaran sekitar Rp100 triliun. Penghematan berasal dari biaya operasional, termasuk biaya rutin, gaji direksi dan komisaris.

“Berarti harapan saya kita bisa menghemat 100 triliun (rupiah),” ujarnya.

Prabowo mengatakan penghematan yang dilakukan pemerintah dari berbagai bidang telah mencapai lebih dari Rp200 triliun dan mendekati Rp300 triliun setiap tahun.

“Dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris, dan penghematan kita di berbagai bidang sudah mendekati setiap tahun lebih dari 200 triliun, mendekati 300 triliun setiap tahun,” katanya.

Baca Juga :  Kapolri Sampaikan Pesan Menyentuh kepada Peraih Hoegeng Awards 2023

Prabowo menegaskan anggaran yang berhasil dihemat pemerintah akan dialihkan untuk kepentingan masyarakat.

Menurut dia, efisiensi bukan sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi harus memberikan manfaat langsung bagi rakyat.

“Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat. Ini yang kita pakai,” kata Prabowo.

Ia menilai pesan yang disampaikan Rais Aam terpilih dalam Muktamar ke-35 NU juga sejalan dengan arah perjuangan pemerintah dalam menjalankan strategi transformasi bangsa.

Baca Juga :  Kebijakan Baru Arab Saudi, Negara Tercepat Teken Kontrak Prioritas di Arafah dan Mina

Karena itu, Prabowo mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat keberpihakan kepada rakyat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan.

Selain efisiensi, Prabowo menekankan pentingnya menjaga kemandirian pembiayaan pembangunan nasional.

Pemerintah, kata dia, tetap membuka kesempatan investasi masuk ke Indonesia, tetapi berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman.

“Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana,” ujarnya.

Menurut Prabowo, investasi tetap diperbolehkan.

Namun, jika pemerintah harus melakukan pinjaman, dia menginginkan pembiayaan dengan bunga serendah mungkin.

Baca Juga :  Menag Yaqut Dorong Institut Agama Kristen Negeri Beralih jadi Universitas

“Ajak investasi boleh, kalau kita pinjam uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil mungkin,” katanya.

Prabowo kemudian mengungkapkan pemerintah pernah mendapat tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) saat Menteri Keuangan berada di Washington DC. Tawaran tersebut, kata dia, ditolak.

“Jadi saya kira kemarin, beberapa bulan yang lalu, kaget Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin pinjaman dari IMF, kita tolak,” ujar Prabowo.

“Terima kasih Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF,” sambungnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...