Selasa, September 1, 2026

Prabowo di Muktamar NU: Kita Akan Angkat Jutaan Rakyat Keluar dari Kemiskinan

WIB

Aliansi.co,Jombang- Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berkomitmen mengangkat jutaan rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan strategi transformasi bangsa yang dijalankan pemerintah diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, keberpihakan kepada rakyat dan upaya mengurangi kemiskinan merupakan kewajiban bersama.

Baca Juga :  Prabowo Sampaikan Duka Cita, Instruksikan BNPB Cepat Tepat Kirim Bantuan Bencana Pekalongan

“Jadi inilah saya kira kewajiban kita bersama bahwa fokus, perhatian, tujuan dari strategi transformasi bangsa kita yang saya sekarang pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan pemerintah telah menyusun perencanaan secara cermat untuk mencapai target tersebut.

Ia pun meyakini upaya mengurangi kemiskinan dapat diwujudkan.

“Kita harus berani, dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Prabowo Ungkap Sosok Bahlil yang Tak Bisa Bahasa Inggris, Tapi Jadi Menteri...

“Saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan dan kita sudah buktikan dalam dua tahun pertama kita,” lanjut Prabowo.

Untuk mendukung strategi transformasi tersebut, Prabowo mengungkapkan pemerintah terus melakukan efisiensi dalam pengelolaan negara, termasuk melalui penataan badan usaha milik negara (BUMN).

Baca Juga :  Demo Masyarakat Pati Hari Ini, Polri Imbau Kedepankan Cara Damai dan Tertib

Prabowo menyebut pemerintah menargetkan kembali menutup sedikitnya 700 BUMN hingga 31 Desember 2026.

Dengan kebijakan tersebut, jumlah BUMN nantinya diperkirakan tersisa sekitar 200 hingga 250 perusahaan.

“Dan pemerintah yang saya pimpin, Desember 31, 2026 kami akan menutup lagi, paling sedikit 700 lagi yang kami akan tutup. Jadi nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN. Tinggal 200, 250,” kata Prabowo.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...