Sabtu, Juli 4, 2026

Rencana Jahat Pelaku Mutilasi SPG Kosmetik di Ngawi, Ajak ke Hotel dan Janjikan Uang Rp1 Juta    

WIB

Aliansi.co, Surabaya- Polisi mengungkap rencana jahat RTH alias A yang tega membunuh dan memutilasi SPG kosmetik Uswatun Khasanah.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Farman mengatakan, pelaku diduga kuat telah merencanakan aksi sadisnya.

“Kejadian sebenarnya ini sudah direncanakan oleh pelaku jauh hari,” kata Farman dalam jumpa pers di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (27/1/2025).

Farman mengatakan, setidaknya ada tiga motif yang membuat pelaku berencana membunuh hingga memutilasi korban.

Baca Juga :  Kronologis Bule di Bali Pamer Kemaluan Berujung jadi Tersangka Pornografi

Motif sakit hati karena korban kerap meminta uang kepada tersangka, salah satu alasan kuat pembunuhan Uswatun sudah direncanakan.

Pasalnya, sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, pelaku sudah menyiapkan uang sebagaimana yang dijanjikan kepada korban.

Uang tersebut diberikan jika korban mau diajak bertemu di salah satu hotel di Kediri.

“Korban kerap minta uang kepada pelaku makanya pada saat pertemuan di hotel di Kediri itu tersangka sudah menyiapkan uang Rp1 juta untuk diberikan kepada korban karena sebelumnya memang sudah ada chat-chat melalui WhatsApp,” katanya.

Baca Juga :  Gercep, Syamsul Hariyanto Tinjau Gorong-gorong Rusak di Serpong, Tak Peduli Susuri Semak Demi Warga Bebas Banjir

Motif lainnya, kata Farman, pelaku cemburu karena ketahuan memasukkan laki-laki lain ke dalam kos korban.

“Pelaku ini sakit hati, cemburu karena korban ketahuan memasukkan laki-laki lain ke dalam kos korban, sementara tersangka ini di kos korban mengaku sebagai suami siri korban,” kata Farman.

Selain itu, motif pelaku menghabisi nyawa Uswatun karena sakit hati korban menghina anak RTH.

Baca Juga :  Kasus KDRT Berdarah, Tolak Ajakan Wik Wik, Kemaluan Istri Dirobek Suami hingga 10 Centimeter

Farman menyebut, korban pernah mendoakan anak pertama pelaku jika besar nanti menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).

“Sakit hati lainnya dari hasil pemeriksaan bahwa korban tidak terima karena pelaku ini memiliki anak yang kedua, sehingga dari korban sendiri ya sempat melontarkan supaya pelaku ini menghilangkan anak keduanya,” pungkas dia.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...