Sabtu, Oktober 3, 2026

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

WIB

Sementara itu, dalam sidang sebelumnya, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Rizal, turut memberikan keterangan mengenai pertemuan sejumlah pengusaha impor dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama.

Rizal menjelaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di Hotel Borobudur itu dilakukan pada masa transisi kepemimpinan dari Askolani kepada Djaka Budhi Utama.

“Peralihan pimpinan. Dirjen Bea Cukai yang sebelumnya Askolani menjadi Pak Djaka. Beliau berlatar belakang TNI,” ujar Rizal di hadapan majelis hakim.

Baca Juga :  Buntut ASN Kemenperin, Polri Akan Blokir 191 Ribu HP Ilegal, Paling Banyak iPhone

Menurut Rizal, Djaka saat itu perlu memperoleh gambaran langsung mengenai dunia kepabeanan dan proses bisnis impor-ekspor karena baru memimpin institusi tersebut.

“Seperti apa prosedur pengeluaran barang, seperti apa proses bisnis dalam importasi maupun eksplorasi, seperti itu,” kata Rizal.

Ia menambahkan, isu impor saat itu menjadi perhatian publik dan ramai dibahas di media sosial, termasuk terkait PT Blueray Cargo.

Baca Juga :  Bobol Data BKN, Guru Honorer di Banyuwangi Raup Ribuan Dolar

Karena itu, Rizal mengaku mempertemukan Djaka dengan sejumlah pelaku usaha agar dapat mendengar langsung persoalan yang mereka hadapi.

“Nah, akhirnya kami pertemukanlah beliau di Hotel Borobudur untuk mendengar langsung bagaimana proses bisnis pekerjaan mereka,” kata Rizal.

Dalam kesempatan tersebut, lanjut Rizal, Djaka meminta seluruh pihak tetap menjalankan usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Heboh Napi Cipinang Diduga Pesta Narkoba Sambil Joget-joget, Ditjenpas Terjunkan Timsus

“Pak Djaka menyampaikan bahwasanya kerjalah kalian sesuai ketentuan. Jangan mikirkan kita, tidak ada urusan dengan apa pun,” ujar Rizal.

Rizal juga menegaskan bahwa Djaka tidak memiliki niat mempersulit pelaku usaha, melainkan ingin mendorong kepatuhan terhadap aturan kepabeanan dan cukai.

“Beliau itu prinsipnya bukan mau mematikan pengusaha, baik pabean maupun cukai. Tapi bagaimana kita agar membina agar mereka bekerja dengan baik sesuai aturan,” katanya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...