Sabtu, Agustus 15, 2026

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

WIB

Aliansi.co,Jakarta– Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo, John Field.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (12/6/2026), John mengungkap kekecewaannya karena tetap menghadapi proses hukum dan mendekam di penjara meski mengaku telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar kepada sejumlah pejabat terkait pengurusan impor.

Saat diperiksa sebagai terdakwa, John mengaku bisnisnya mengalami kemunduran karena banyak pelanggan beralih ke perusahaan lain yang dinilai memiliki kemudahan dalam proses kepabeanan.

Baca Juga :  Nestapa Kasubag BPPD Sidoarjo jadi Tersangka Tunggal Kasus Potong Insentif Pajak dan Retribusi Daerah

Dalam persidangan, kuasa hukum Jhon awalnya menanyakan apakah ada pelanggan yang berpindah ke kompetitor akibat tingginya tingkat pemeriksaan terhadap barang impor PT Blueray Cargo.

“Customer-customer-mu, karena kalian sering merah sampai 90 persen, ada tidak yang Saudara ketahui bahwa customer-mu pindah ke kompetitormu?” tanya kuasa hukum.

“Oh ada, semua, karena mereka jalur hijau,” jawab John.

John kemudian mengungkap perasaannya setelah melihat percakapan yang disebut melibatkan mantan pejabat Bea Cukai, Rizal, dan Sisprian.

Menurutnya, isi percakapan tersebut menunjukkan sikap yang tidak berpihak kepada perusahaannya.

Baca Juga :  Terungkap Sosok Wanita yang Rekam Aksi Jagoan Cikiwul, Turut Lontarkan Ancaman

“Ternyata kemarin chat yang ditunjukkan oleh Rizal dan Sisprian yang bilang ‘Blueray hajar, telanjangin, buka celananya’. Gimana perasaanmu melihat mereka berdua?” tanya kuasa hukum.

“Kejam sekali. Saya selama ini selalu positif sama siapa pun, selalu bantu orang. Setelah saya di sini baru saya tahu saya dikejamkan, dibedain. Padahal apa yang saya kasih cukup besar, yang saya dapat masuk penjara,” kata John.

Dalam perkara ini, jaksa mendakwa John Field bersama dua anak buahnya, Dedy Kurniawan dan Andri, telah memberikan suap senilai Rp63,1 miliar kepada sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Baca Juga :  Rida Banser Sebut Bahar Smith sebagai Aktor Utama Penganiayaan

Nilai tersebut terdiri dari uang tunai sekitar Rp61,3 miliar serta fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,8 miliar.

Jaksa menyebut pemberian itu dilakukan untuk memperlancar dan mempercepat proses pengeluaran barang impor milik PT Blueray Cargo dari pengawasan kepabeanan.

Suap tersebut diduga diberikan dalam delapan kesempatan di sejumlah lokasi, termasuk di Kantor Pusat Bea dan Cukai serta beberapa restoran di Jakarta Utara.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...

Maling Congkel Jendela Rumah Warga Gandaria Utara, Laptop-HP hingga Uang Digondol

Aliansi.co,Jakarta- Rumah warga di Jalan Karya Utama RT 012/RW 06, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi sasaran aksi pencurian. Pelaku menggondol laptop, telepon...