Sabtu, Oktober 17, 2026

Wali Kota Jaksel Sambangi Keluarga Bocah Tersengat Listrik, Untuk Apa?

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Muhamad Anwar menyambangi kediaman keluarga bocah berusia lima tahun yang meninggal dunia akibat tersengat listrik dari tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) di Taman Yado, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru.

Kedatangan Anwar bersama jajarannya untuk menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus memberikan santunan kepada keluarga korban.

“Saya sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga. Anak kecil yang berusia lima tahun ini tidak berdosa, dan tentu tidak ada satu pun orang tua yang ingin mengalami musibah seperti ini,” kata Anwar di kediaman keluarga korban di RT 04/02, Gandaria Utara, Selasa (8/7/2025).

Baca Juga :  Tekan Tawuran Remaja, Sinergi Keluarga dan Lingkungan Jadi Kunci

Anwar menyebut pihaknya segera melakukan evaluasi terhadap kondisi instalasi PJU di wilayah Jakarta Selatan.

Ia juga menegaskan telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia menyampaikan akan meninjau ulang sistem pengamanan kelistrikan pada tiang-tiang PJU, khususnya di area publik yang kerap dijadikan tempat bermain anak-anak.

“Santunan dari Baznas Bazis Jakarta Selatan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap keluarga korban,” terangnya.

Baca Juga :  Kasus Bocah Mati Batang Otak di Bekasi, Ikadin Jaksel: Pihak RS Akan Penuhi Tuntutan

Koordinator Baznas Bazis Jaksel, Ahmad Kahfi, menuturkan bahwa pihaknya siap untuk terus hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah.

“Ini bagian dari kewajiban moral dan sosial kami untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana maupun kecelakaan,” ujarnya.

Camat Kebayoran Baru, Ahmad Basarudin, menyatakan segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh tiang PJU di wilayahnya.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Pakai Golok Andalan Sembelih Sapi Presiden Prabowo

“Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi kami. Keamanan infrastruktur publik tidak bisa ditawar,” kata Basarudin.

Diketahui, seorang anak laki-laki berusia lima tahun dilaporkan tersengat aliran listrik saat bermain di sekitar tiang PJU yang berada di kawasan Taman Yado, pada Jumat 4 Juli 2025 lalu.

Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, namun nyawanya tidak tertolong akibat sengatan listrik bertegangan tinggi dari tiang lampu PJU.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...