Aliansi.co, Jakarta – Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo turun langsung membersihkan saluran air yang dipenuhi lumpur di Jalan Poncol, Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026).
Bahkan, Syafrin ikut nyemplung ke dalam saluran air untuk menyerok lumpur berwarna hitam dari dasar got.
Pantauan, Syafrin tampak didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan Iwan K Santoso serta Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo.
Sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan pasukan biru turut mendampingi untuk membantu mengangkut material lumpur hasil pengerukan.
Syafrin mengatakan, kegiatan bersih-bersih tersebut merupakan bagian dari kerja bakti massal yang digelar serentak di 65 kelurahan di Jakarta Selatan.
“Kerja bakti hari ini sebagai upaya preventif untuk memastikan seluruh infrastruktur pengendalian air, mulai dari saluran lingkungan hingga badan sungai, siap menghadapi musim penghujan,” kata Syafrin, Minggu (27/9/2026).
Menurut dia, salah satu fokus utama kerja bakti adalah menangani sedimentasi di Kali Mampang serta saluran air di lingkungan permukiman warga.
Syafrin memastikan kesiapan sarana dan prasarana pengendalian air akan dimaksimalkan sebelum memasuki musim penghujan.
“Di Kelurahan Kuningan Barat sendiri, pengerahan 300 petugas gabungan mencakup satuan tugas penanganan prasarana dari berbagai unsur,” ujarnya.
Ia menuturkan, kegiatan kerja bakti massal tersebut juga melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari jajaran Sekretariat Kota, kecamatan, kelurahan, hingga seluruh Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan suku dinas terkait.
Menurut Syafrin, keterlibatan jajaran pemerintah dalam kerja bakti juga menjadi contoh bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam saluran air dan badan kali.
“Kami akan terus menggencarkan sosialisasi pengelolaan sampah mandiri mulai dari pemilahan sampah dari sumbernya hingga pengolahan kembali agar budaya menjaga kebersihan dapat tumbuh dari kesadaran kolektif warga demi Jakarta Selatan yang bebas dari ancaman banjir,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Santo mengatakan, dalam kerja bakti kali ini, pihaknya juga melakukan pengerukan lumpur di Kali Mampang.
Pengerukan kali sepanjang 437 meter ditargetkan rampung pada 30 Oktober mendatang
“Saat ini pengerjaan telah mencapai 61 persen dengan total volume sedimen yang dikeruk mencapai sekitar 1.055 meter kubik,” jelas Santo.
Selain pengerukan, lanjut Santo, pembangunan turap di sekitar Kali Mampang juga dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pengendalian air.
Pekerjaan tersebut dimulai sejak 7 Juli 2026 dengan volume lebih dari 400 meter.
“Saat ini prosesnya telah mencapai progres 70 persen dan dijadwalkan selesai pada 4 Desember,” katanya.
Untuk mendukung pengerjaan tersebut, pihaknya mengerahkan tiga unit alat berat dan lima unit dump truck untuk mengangkut material hasil pengerukan.
“Kami mengerahkan tiga unit alat berat serta lima unit dump truck untuk mengangkut hasil kerukan. Selain dibuang ke Ancol, sebagian material juga ditempatkan di lokasi pembuangan samping area pengerjaan,” tandasnya.
