Minggu, Oktober 4, 2026

Dukcapil Jakarta Selatan Cek 10 Ribu Data Warga Meninggal yang Belum Dilaporkan

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jakarta Selatan akan mengecek data warga yang diduga sudah meninggal dunia, namun belum dilaporkan ke pihaknya.

Tercatat ada 10 ribu warga Jakarta Satan yang terdata sudah meninggal dunia.

Kasudin Dukcapil Jakarta Selatan, Nurrahman mengungkapkan, angka 10 ribu ini didapat dari hasil pendataan tim Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat melakukan pencocokan dan penilitian (coklit).

Warga tersebut tercatat dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) pada November 2022 lalu.

Baca Juga :  Pingsan lalu Sadar, Wanita Cantik yang Rampas Mobil Patroli Sempat Bikin Polisi Kewalahan

“Saat dilakukan pendataan ulang tim KPU, ditemukan ada sekitar 10 ribu warga yang dinyatakan sudah meninggal dunia. Ini sedang kita cek, dicocokan dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Dukcapil,” kata Nurrahman, Minggu (21/5/2023).

Menurutnya, pengecekan dilakukan untuk mengetahui dari jumlah 10 ribu ini mana yang sudah dilaporkan dan belum.

Ini sekaligus mengetahui mana saja yang secara data sudah tercatat meninggal dunia.

Untuk mengecek data melalui SIAK itu, pihaknya menugaskan seluruh jajarannya di kelurahan.

Baca Juga :  Ada Pelantikan Kepala Daerah di Istana, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Petugas harus mendapatkan nomor induk kependudukan (NIK) warga yang dinyatakan sudah meninggal dunia tersebut.

Untuk yang meninggal dunia, jelas Nurrahman, akan dicek apakah sudah ada surat keterangan kematian dari pihak berwenang atau tidak.

“Jika tidak ada surat keterangan kematiannya, maka kami tidak bisa memvonis orang tersebut dinyatakan meninggal dunia. Minimal ada surat keterangan PM 1 dari kelurahan setempat yang menyatakan penduduk tersebut sudah meninggal dunia,” papar Nurrahman.

Baca Juga :  Pemkot Tangsel Kirim Ambulans dan Tenaga Medis ke Tegal, Jemput Korban Bus Masuk Jurang di Guci

Pihaknya berharap, pengecekan 10 ribu warga yang dinyatakan sudah meninggal dunia ini tuntas sebelum penetapan daftar pemilih tetap (DPT) oleh KPU pada 21 Juni mendatang.

Diakuinya, yang terjadi selama ini memang banyak warga tidak melaporkan ketika anggota keluarganya telah meninggal dunia ke pihak kelurahan setempat.

Terutama ketika meninggal dunia di luar kota atau di kampung halamannya dan dimakamkan di sana.

“Ini menyangkut data kependudukan yang masih aktif dan tidak,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...