Kamis, Mei 21, 2026

Dukcapil Jakarta Selatan Cek 10 Ribu Data Warga Meninggal yang Belum Dilaporkan

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jakarta Selatan akan mengecek data warga yang diduga sudah meninggal dunia, namun belum dilaporkan ke pihaknya.

Tercatat ada 10 ribu warga Jakarta Satan yang terdata sudah meninggal dunia.

Kasudin Dukcapil Jakarta Selatan, Nurrahman mengungkapkan, angka 10 ribu ini didapat dari hasil pendataan tim Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat melakukan pencocokan dan penilitian (coklit).

Warga tersebut tercatat dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) pada November 2022 lalu.

Baca Juga :  Enam Anggota DPRD DKI Hasil PAW Resmi Dilantik, Begini Sumpah dan Janjinya

“Saat dilakukan pendataan ulang tim KPU, ditemukan ada sekitar 10 ribu warga yang dinyatakan sudah meninggal dunia. Ini sedang kita cek, dicocokan dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Dukcapil,” kata Nurrahman, Minggu (21/5/2023).

Menurutnya, pengecekan dilakukan untuk mengetahui dari jumlah 10 ribu ini mana yang sudah dilaporkan dan belum.

Ini sekaligus mengetahui mana saja yang secara data sudah tercatat meninggal dunia.

Untuk mengecek data melalui SIAK itu, pihaknya menugaskan seluruh jajarannya di kelurahan.

Baca Juga :  Heru Budi Siapkan Ingub dan Sanksi kepada Anak Buah yang Doyan Pamer Harta

Petugas harus mendapatkan nomor induk kependudukan (NIK) warga yang dinyatakan sudah meninggal dunia tersebut.

Untuk yang meninggal dunia, jelas Nurrahman, akan dicek apakah sudah ada surat keterangan kematian dari pihak berwenang atau tidak.

“Jika tidak ada surat keterangan kematiannya, maka kami tidak bisa memvonis orang tersebut dinyatakan meninggal dunia. Minimal ada surat keterangan PM 1 dari kelurahan setempat yang menyatakan penduduk tersebut sudah meninggal dunia,” papar Nurrahman.

Baca Juga :  Pemprov DKI Perpanjang Kerja Sama Peningkatan Kompetensi ASN dengan New South Wales

Pihaknya berharap, pengecekan 10 ribu warga yang dinyatakan sudah meninggal dunia ini tuntas sebelum penetapan daftar pemilih tetap (DPT) oleh KPU pada 21 Juni mendatang.

Diakuinya, yang terjadi selama ini memang banyak warga tidak melaporkan ketika anggota keluarganya telah meninggal dunia ke pihak kelurahan setempat.

Terutama ketika meninggal dunia di luar kota atau di kampung halamannya dan dimakamkan di sana.

“Ini menyangkut data kependudukan yang masih aktif dan tidak,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...