Sabtu, Juli 4, 2026

Ditetapkan Tersangka, Kuasa Hukum Ungkap Alasan Anak Pemilik Hotel di Tuktuk Tidak Ditahan Polisi

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Kuasa hukum dua anak pemilik hotel di kawasan Tuktuk, Kabupaten Samosir, mengungkap alasan pengajuan permohonan agar kliennya tidak ditahan polisi meski telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan.

Advokat nasional Bontor OL Tobing mengatakan, kliennya yakni Dohar Tobing dan Dinar Batubara selaku Direksi PT Hotel Toledo, tidak ditahan bukan karena mendapat penangguhan penahanan, melainkan atas permohonan resmi yang disertai jaminan dari kuasa hukum dan pihak keluarga.

“Bahwa terhadap klien kami Dohar Tobing dan Dinar Batubara bukanlah ditangguhkan, tetapi dimohonkan dan dijamin oleh kuasa hukum dan keluarga agar tidak ditahan,” ujar Bontor dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, penangguhan penahanan merupakan mekanisme hukum yang dilakukan apabila tersangka sebelumnya telah ditahan, kemudian dikeluarkan dari rumah tahanan selama proses hukum berjalan.

Baca Juga :  Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Dalam perkara ini, kata dia, kedua kliennya belum pernah ditahan sehingga tidak tepat disebut sebagai penangguhan.

Diketahui, Dohar dan Dinar dilaporkan oleh saudara mereka insial MT, ke Polres Samosir atas dugaan penggelapan uang Hotel Toledo yang disebut sebagai bagian dari warisan orang tua mereka.

Bontor menyampaikan, proses penanganan perkara tersebut masih berjalan dan kini berada dalam tahap pendalaman di Polda Sumatera Utara.

Ia menyebut telah dilakukan gelar perkara khusus.

“Proses penanganan perkaranya sedang berjalan dan sudah dilakukan gelar perkara khusus di Polda Sumatera Utara, di mana penyidik masih harus melakukan pendalaman atau audit keuangan terhadap perusahaan,” katanya.

Baca Juga :  Ditangkap Polisi, Begini Pengakuan Maling Berbatik Spesialis Hotel Bintang Lima

Selain laporan di Polres Samosir, Bontor juga mengungkapkan adanya laporan polisi lain di Polda Sumatera Utara terhadap MT selaku pelapor dalam perkara ini.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana penggelapan dan masih dalam tahap penyelidikan.

“Adanya juga laporan polisi di Polda Sumatera Utara terhadap yang bersangkutan selaku pelapor yang diduga melakukan penggelapan dan masih dalam proses penyelidikan dengan kendala audit keuangan,” ucap dia.

Menurut Bontor, kedua perkara tersebut kini masih sama-sama dalam penanganan aparat kepolisian, baik di Polda Sumatera Utara maupun di Polres Samosir.

Ia menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan percaya penyidik akan bekerja secara profesional tanpa intervensi.

Baca Juga :  Dugaan Penggelapan Direksi Hotel di Samosir, Kuasa Hukum Singgung Mekanisme RUPS

“Kami percaya bahwa kepolisian, dalam hal ini penyidik baik di Polda Sumut maupun Polres Samosir, dapat bertindak profesional tanpa intervensi, serta tidak menghiraukan tekanan-tekanan melalui media oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atas pemberitaan yang sepihak dan tidak berdasarkan hukum,” tutur Bontor.

Selain itu, Bontor mengungkapkan, MT juga telah mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Balige terkait pengelolaan Hotel Toledo.

Gugatan tersebut didaftarkan pada 18 Februari 2026 dengan nomor perkara 25/Pdt.G/2026/PN Blg.

“Gugatan tersebut secara tidak langsung mengakui bahwa ranah permasalahan ini berada dalam ruang lingkup keperdataan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...