Sabtu, Juli 4, 2026

OTT Bea Cukai Berlanjut, KPK Temukan Koper Berisi Uang Rp 5 Miliar

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terus bergulir.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menemukan lima koper berisi uang tunai senilai Rp 5 miliar di sebuah rumah di kawasan Ciputat.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan uang tersebut ditemukan saat penyidik melakukan penggeledahan lanjutan setelah OTT pada 4 Februari 2026.

“Uang-uang yang ditemukan dan diamankan dalam penggeledahan tersebut diduga berasal dari proses-proses kepabeanan dan juga cukai yang sudah bercampur,” kata Budi dalam keterangannya, dikutip Jumat (27/2/2026).

Baca Juga :  KPK Sita Uang Miliaran Rupiah Komisi Proyek Bupati Meranti

Menurut dia, temuan uang Rp 5 miliar itu merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan pengaturan jalur importasi barang.

KPK menduga terjadi praktik suap untuk meloloskan barang tertentu tanpa melalui pemeriksaan fisik sebagaimana prosedur yang berlaku.

Dalam perkara ini, KPK sebelumnya telah menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Mereka diduga melakukan pengondisian jalur importasi sehingga membuka peluang masuknya barang ilegal, termasuk barang palsu dan selundupan, tanpa pemeriksaan petugas Bea Cukai.

Baca Juga :  Tunjangan DPRD Tak Merata, Mendagri Didorong Tetapkan Standar Nasional

Sebagai imbalannya, diduga terjadi penyerahan uang secara rutin kepada sejumlah oknum di lingkungan DJBC dalam periode Desember 2025 hingga Februari 2026.

Dalam pengembangan terbaru, KPK juga menetapkan seorang pejabat DJBC, Budiman Bayu Prasojo, sebagai tersangka.

Ia ditangkap di kantor pusat DJBC pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Baca Juga :  Massa Buruh Demo Hari Ini, Bawa 7 Tuntutan ke Istana hingga Senayan

Penyidik kini mendalami kewenangan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (DitP2) DJBC, termasuk mekanisme kerja di bidang kepabeanan dan cukai yang diduga berkaitan dengan praktik suap tersebut.

Dalam OTT yang digelar awal Februari lalu, KPK mengamankan barang bukti dengan total nilai sekitar Rp 40,5 miliar dari sejumlah lokasi.

Barang bukti tersebut meliputi uang tunai dalam berbagai mata uang, logam mulia, serta satu unit jam tangan mewah.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...