Rabu, September 2, 2026

Camat-Lurah hingga Polisi Datangi TKP Usai Laporan Teror Bom di SD Srengseng

WIB

Aliansi.co,Jakarta– Camat Jagakarsa, lurah, hingga aparat kepolisian mendatangi SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah muncul laporan ancaman bom pada hari pertama masuk sekolah yang bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Ancaman tersebut sempat membuat seluruh siswa dievakuasi dari lingkungan sekolah.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, ancaman bom bermula dari pesan WhatsApp yang dikirim kepada seorang guru kelas 1 dan petugas tata usaha (TU).

Baca Juga :  Aksi Kocak PJLP Warnai Festival HUT Kemerdekaan di Kantor Wali Kota Jaksel

Pesan itu baru diketahui setelah upacara bendera selesai karena saat pesan masuk para guru sedang mengikuti rangkaian kegiatan hari pertama sekolah.

Nurma Dewi mengatakan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan.

Selain personel kepolisian, Camat Jagakarsa dan lurah setempat juga turut hadir ke TKP untuk memantau situasi.

“Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88. Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir,” kata Nurma saat dikonfirmasi, Senin (13/7).

Baca Juga :  Viral Pembangunan Gereja di Depok Ditolak Warga, Netizen: Kayak Begini Pasti Ada Provokatornya

Nurma menjelaskan, laporan ancaman bom diterima sekitar pukul 07.30 WIB.

Namun, karena seluruh guru sedang mengikuti upacara, pesan WhatsApp tersebut baru dibaca setelah kegiatan selesai.

“Laporannya 07.30, tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya. Kita langsung datang semuanya, camat, lurah. Itu di-WA dijapri guru kelas satu sama TU,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, polisi langsung mengevakuasi seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan ke luar area sekolah agar proses penyisiran dapat dilakukan dengan aman.

Baca Juga :  Bak Spiderman, Petugas Dishub Bergelantungan di Kap Mobil usai Ditabrak Sopir Taksi Online

“Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu,” tutur Nurma.

Informasi mengenai ancaman bom tersebut juga sempat beredar luas di media sosial.

Salah satunya melalui unggahan akun Instagram Ciganjur yang memperlihatkan sejumlah personel kepolisian berada di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi untuk melakukan pemeriksaan.

Hingga proses sterilisasi berlangsung, aparat memastikan tidak ditemukan benda atau bahan peledak di lingkungan sekolah.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...