Sabtu, Oktober 3, 2026

Prabowo Sindir Direksi BUMN: Bekerja Seenaknya, Pemerintah Tak Dianggap

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menyindir keras jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai bekerja seenaknya dan tidak bertanggung jawab kepada bangsa maupun negara.

Prabowo bahkan mengaku heran karena dalam kondisi tertentu pemerintah justru tidak dianggap dalam pengelolaan perusahaan negara.

Sentilan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo awalnya menyoroti jumlah BUMN yang menurutnya terlalu banyak.

Berdasarkan temuan pemerintah, terdapat 1.074 BUMN dengan struktur perusahaan yang berlapis, mulai dari anak perusahaan hingga cucu dan cicit perusahaan.

Baca Juga :  Polri Telusuri Kaki Tangan Sindikat Kejahatan Perdagangan Orang di Indonesia

“Saya kira BUMN itu 300 atau 400. Ternyata ada 1.074 BUMN,” kata Prabowo.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi persoalan serius apabila perusahaan-perusahaan negara tidak dikelola secara produktif dan bertanggung jawab.

“BUMN itu ada yang punya anak perusahaan dan ada yang punya cucu perusahaan. Bahkan ada yang punya cicit perusahaan. Ini luar biasa,” ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung perilaku sebagian pengurus BUMN yang dinilainya tidak menjalankan perusahaan sesuai kepentingan negara.

“BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya, tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Bahkan pemerintah tidak dianggap,” tegasnya.

“Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini,” sambung Prabowo.

Baca Juga :  SIM C1 Resmi Berlaku, Pengendara Bebas Tilang Selama Setahun

Prabowo tidak berhenti pada kritik terhadap tata kelola BUMN.

Ia bahkan membuka kemungkinan pengusutan terhadap pengurus dan direksi perusahaan negara dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Menurut Prabowo, pemerintah dapat membentuk pengadilan ad hoc khusus apabila diperlukan untuk mengusut berbagai persoalan yang terjadi dalam pengelolaan BUMN.

“Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk kita usut pengurus-pengurus, direksi 30 tahun ke belakang mungkin,” kata Prabowo.

Namun, rencana tersebut tidak akan diputuskan sendiri oleh pemerintah. Prabowo mengatakan dirinya akan membawa gagasan tersebut untuk dibahas bersama DPR.

“Tapi saya menghadapi majelis, akan menghadapi DPR,” ujarnya.

Baca Juga :  Momen Presiden Jerman Panggil Prabowo "Yang Mulia" saat Bahas Prospek Kerja Sama

Di sisi lain, Prabowo membuka kemungkinan pemberian semacam amnesti khusus bagi pihak yang bersedia mengakui kesalahan dan menunjukkan sikap bertobat.

“Kalau perlu kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus untuk mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui,” katanya.

Prabowo menyerahkan keputusan mengenai opsi tersebut kepada para wakil rakyat.

“Nah, ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan,” ujarnya.

Prabowo juga mengaku khawatir jika seluruh persoalan di tubuh BUMN dibuka secara bersamaan justru memicu kemarahan masyarakat.

“Kalau saya laporkan semuanya, saya takut rakyat kita marah semuanya, Saudara-saudara,” tutur Prabowo.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...