Sabtu, Juli 18, 2026

Jokowi Sedih Kebebasan Demokrasi jadi Ajang Menebar Kedengkian dan Fitnah

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR/DPR dan DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/08/2023)

Mengawali pidatonya, Jokowi menyinggung bahwa Indonesia sedang memasuki tahun politik menjelang Pemilu Serentak 2024.

Jokowi mengatakan meski belum masuk masa kampanye, namun dirinya sudah dijadikan tameng oleh beberapa capres.

Jokowi menyebut bahwa fotonya sudah banyak dipasang di mana-mana, mulai dari wilayah provinsi sampai ke desa-desa.

Baca Juga :  Jokowi Beri Tanda Kehormatan bagi 64 Tokoh, Luhut dan Airlangga Dapat Bintang RI Utama

“Tapi bukan foto saya sendirian, ada di sebelahnya bacapres, menurut saya engga apa-apa, boleh-boleh saja, ” kata Jokowi dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (16/8/2023).

Jokowi menyatakan, posisi presiden itu tidak senyaman yang diperkirakan banyak orang.

Ia mengatakan ada tanggung jawab besar yang diemban dan banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan seorang kepala negara.

Namun, kata Jokowi, dengan adanya media sosial apa pun bisa disampaikan kepada presiden.

Baca Juga :  Senada dengan Jokowi, Prabowo Optimis Pembangunan IKN Tepat Waktu dan Bagus

Bahkan makian dan fitnah kepada dirinya bisa dengan mudah disampaikan lewat media sosial.

“Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, plongak-plongok, tidak tahu apa-apa, fir’aun, tolol. Ya, ndak apa, sebagai pribadi, saya menerima saja,” kata Jokowi.

Hanya saja, kata Jokowi, dirinya sedih karena budaya santun dan budi pekerti luhur bangsa seperti sudah hilang.

Jokowi juga melihat kebebasan demokrasi saat ini jadi ajang menebar kedengkian dan fitnah.

Baca Juga :  Bertemu PM Kamboja, Jokowi Bahas Hubungan Bilateral hingga Harga Beras

“Kebebasan demokrasi digunakan untuk melampisakan kedengkian dan fitnah,” bebernya.

Jokowi menghargai bahwa tidak semua masyarakat terkena polusi budaya kedengkian tersebut.

Mayoritas masyarakat, kata Jokowi, justru sangat kecewa dengan polusi budaya tersebut.

“Cacian dan makian yang ada justru membangunkan nurani bangsa untuk bersatu menjaga moralitas ruang publik sehingga kita bisa melangkah maju menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Jokowi.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terungkap Kadar Emas 74 Kg yang Disita Polisi dari Rumah Eks Jampidsus, Valas Bagaimana?

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap hasil pemeriksaan terhadap barang bukti yang disita dalam kasus dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga suap perkara...

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...

Bang Jago di Jagakarsa Positif Narkoba, Dalih Pukul Orang karena Dengar “Bisikan”

Aliansi.co,Jakarta – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pemukulan yang dilakukan FRS (37), pengendara Kawasaki Ninja RR yang videonya viral setelah menampar seorang pemotor...